Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Bila bandara baru dibangun, risiko tsunami semakin besar

Jogjakarta-KoPi| Menurut Pasal 51 G Peraturan Daerah  No 2 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DIY Tahun 2009-2029, menyebutkan pantai di Kabupaten Kulonprogo rawan terjadi tsunami.

Pembangunan bandara baru dikhawatirkan akan memperburuk situasi di Temon. Mega proyek bandara nantinya berdekatan dengan Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo.

Hal itu dikuatkan oleh akademisi geologi dan kebencanaan UPN, Eko Teguh Purnomo yang menjelaskan bahwa Pantai Glagah memiliki potensi tsunami dengan resiko sedang hingga tinggi.

“Pantai tersebut menghadap sumber-sumber gempa yang berpotensi tsunami. Pada daerah jelajah tsunami, landai, ketinggian kurang dari 11 m, dan jarak dari pantai kurang dari 3 km,” tulis Eko Teguh melalui pesan teks pada Rabu, 1 Juli 2015.

Eko teguh menambahkan risiko tsunami akan bertambah jika ada bandara baru di Temon. Meskipun mengetahui risiko rawan tsunami pesisir Temon, Kulonprogo pihak PT. Angkasa Pura I tetap akan membangun bandara baru dengan rekayasa teknologi.

Secara terpisah Eko Teguh menanggapi pembangunan bandara baru dengan rekayasa teknologi harus melalui kajian risiko yang detil.

“Tidak cukup hanya sebuah wacana. Kajian risiko detil perlu dilakukan atas rencana bandara dan lingkungannya. Kajian berorientasi pada pengurangan risiko. Tidak boleh memaksa (membangun bandara)", tegas Eko Teguh.

Eko Teguh juga menyarankan tertutupnya peluang membangun bandara di Temon, Kulonprogo, pemerintah provinsi membuat koneksi bandara Adisucipto, Jogja dan Adisumarmo, Solo. Sementara untuk kepentingan latihan penerbangan dengan mengoptimalkan bandara Gading di Gunung Kidul.

“Pilihan lain membuat multimoda koneksi bandara Jogja dan Solo, serta menggeser bandara latihan ke Gunung Kidul. Menggunakan bandara Gading. Tentu dengan  perbaikan sehingga memenuhi standar keselamatan,” pungkas Eko Teguh.

back to top