Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Beton inovatif ramah lingkungan Sipil UAJY

Beton inovatif ramah lingkungan Sipil UAJY

Sleman-KoPi| Sabtu(4/2), Biro Akademis Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengadakan lomba beton dengan bahan yang ramah lingkungan. Mengambil tema yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu “Low Cement High Strength Concrete Competition 2017”.

Lomba beton kali ini bukan hanya menuntut para peserta lomba untuk membuat beton yang memiliki kuat tekan yang baik dan sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia) mutu tinggi, namun juga harus berpikir kreatif dan inovatif, pasalnya panitia lomba mengharuskan para peserta untuk mengurangi bahan semen dan digantikan dengan bahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Lomba yang rutin diadakan oleh Biro Akademis HMS UAJY setiap awal tahun akademik semester genap ini kembali menarik minat peserta yang cukup banyak.

Terdapat 20 tim yang terdiri dari mahasiswa angkatan 2014 sampai 2016 turut ambil bagian pada lomba kali ini, di mana setiap timnya terdiri dari 3 mahasiswa. Lomba ini dibagi menjadi beberapa tahap, pertama para peserta lomba diharuskan menyusun proposal terlebih dahulu untuk mengikuti lomba kuat tekan beton tersebut.

“Kami dari panitia mengharapkan agar para peserta, terutama mahasiswa angkatan 2016 sekaligus belajar menyusun proposal lomba, agar kelak jika mereka mengikuti lomba selanjutnya, minimal mereka memiliki pengalaman menyusun proposal,” kata Maria Rosario Vianey selaku Penanggung jawab lomba.

Kemudian peserta akan mengikuti tahap tutorial, pada tahap ini para peserta akan diajarkan bagaimana cara meramu juga menentukan jumlah agregat bahan campuran beton agar memenuhi standar kuat tekan beton yang ada.

Masing-masing tim diperbolehkan mencari bimbingan dari teman mahasiswa angkatan 2013 yang tentunya sudah memiliki banyak pengalaman mengenai kuat tekan beton itu sendiri.

Setelah mendapatkan jumlah agregat yang tepat, ke-20 tim ini melakukan tahap selanjutnya, yaitu tahap mixing Day dimana pada tahap ini para peserta mulai membuat beton sesuai dengan jumlah agregat campuran yang telah ditentukan.

Dari 20 tim dibagi menjadi 4 kloter, setiap kloter memiliki waktu sekitar 40 menit untuk menyelesaikan tahap mixing sampai pada beton cair dimasukan kedalam silinder beton untuk dilakukan perawatan selama 28 hari sebelum menuju uji kuat tekan.

“Ini merupakan salah satu pengalaman baru bagi saya, cukup menarik dan menambah pengetahuan saya, terutama di bidang kuat tekan beton, dengan mengikuti lomba ini saya menjadi lebih paham dari pada hanya membaca teori, juga dengan berpartisipasi dalam lomba ini saya bisa mencari dan menentukan bahan apa yang bisa digunakan sebagai inovasi dalam pembuatan beton,” ujar Veronica Tika sebagai peserta.

“Menurut saya mengikuti lomba adalah hal yang menyenangkan, selain menambah pengalaman, juga saya disini meneliti bahan mana yang bisa di gunakan, kami sendiri menggunakan 3 bahan tambahan,” tambah Jermycko Daru teman satu tim dari Veronica Tika.

“Semoga di tahun-tahun selanjutnya dapat diadakan lomba yang lebih menarik dan inovatif dan juga lomba lain yang berhubungan dengan dunia ketekniksipilan agar para teman teman bisa lebih berkreasi,” ujar penanggung jawab Maria Rosario Vianey.

back to top