Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Best Evelen Si Pele Putih

Best Evelen Si Pele Putih Foto: Getty Images

Brasil-KoPi. Legenda hidup Brasil, Zico telah menentukan sebelas pemain terbaik sepanjang fase perdelapan final ini. Dari kesebelas pemain tersebut hanya Guillermo Ochoa dan Mauricio Isla saja yang tidak bisa meneruskan kiprahnya. Sedangkan beberapa nama yang sudah tidak asing mudah diprediksi mengisi line up tersebut. Berikut susunan best eleven versi Zico dengan formasi 3-4-3

PENJAGA GAWANG

Guillermo Ochoa (Meksiko) datang sebagai pemain free agent tidak menggambarkan performanya di piala dunia kali ini. melakukan penyelematan yang brilian, termasuk menjadi Man of The Match kala bersua tuan rumah Brasil di fase grup. selain itu, yang belum lupa dari ingatan ketika ia bermain menawan di fase knockout melawan Belanda sebelum takluk oleh Belanda lewat Sneijder dan gol penalti Huntelaar. Penjaga gawang sepertinya memberikan rasa aman yang diperlukan tim di bawah tekanan gelombang serangan yang bertubi-tubi dari lawan.

LINI BELAKANG

Mauricio Isla (Chili) Dengan permainan menutup ruang dan membaca serangan secara ampuh dan menyerang secara efisien. Ia adalah salah satu faktor bagaimana Chili bisa membungkam juara dunia 2010 Spanyol dan memaksa Brasil bermain hingga adu penalti.


Mario Yepes (Kolombia) Umur adalah sekedar angka, itulah yang menggambarkan Mario Yepes di Piala Dunia edisi kali ini. Memasuki usia senja, 38 tidak mengurangi kemampuannya mengawal lini belakang Los Cafeteros. Kepemimpinannya di atas lapangan, mental tangguh dan juga yang tidak kalah penting pengalamannya selama merumput di Serie A menjadi bukti sahih mengapa ia masih layak menjadi skuad utama Jose Pekerman.


David Luiz (Brazil) Saya cukup terkesan dengan cara ia telah melangkah dan menjawab tantangan memainkan Piala Dunia di rumah. Dia telah menunjukkan kepercayaan diri yang sangat besar dan telah menjadi singa untuk Brasil. Dia tak kenal takut dan tetap tenang ketika banyak pemain lain telah menunjukkan tanda-tanda berjuang dengan harapan diletakkan pada tim. Permainannya sangat berkelas dan yang dapat dicatat ketika ia pergi ke depan dan memberikan umpan silang kepada Fred untuk gol ketiga Brasil melawan Kamerun di babak penyisihan grup.

 

LINI TENGAH

Bryan Ruiz (Kosta Rika) Lolos grup maut dan menjadi pemuncak klasemen telah menjawab cibiran banyak orang, ia sangat berpengaruh pada tim walaupun ia tidak mencetak gol. pergerakannya sungguh mengagumkan dan sesuai dengan cara bagaimana kosta Rika ingin bermain. Dia adalah pemain yang agresif dan juga menunjukkan kecepatan yang mengejutkan dengan bola untuk seorang pria begitu tinggi.


Luiz Gustavo (Brasil) Salah satu pemain Selecao terbaik sejauh ini, saya akan senang melihat dia bermain lebih bertahan. Umpannya bagus dan sama pentingnya dengan kemampuan intersep (ia telah melakukannya sebanyak 34 kali sejauh ini dalam kompetisi, di belakang Chili Gary Medel). Brasil pasti akan kehilangan dia melawan Kolombia pada Jumat.

James Rodriguez (Kolombia) salah satu talenta paling berbakat pada event 4 tahunan ini. serasa orang telah lupa siapa Radamel Falcao setelah ia dengan ajaibnya mampu membawa Kolombia untuk pertama kalinya menembus perdelapan final.


Daley Blind (Belanda) Banyak orang berpikir Belanda adalah Robin Van Persie, Arjen Robben dan Wesley Sneijder tapi sentuhan Blindtelah menolong Belanda saat Tim Kincir Angin  comeback impresif melawan Spanyol.  ia mengirimkan umpan kepada Van Persie dengan disusul sundulan yang akan selalu dikenang sebagai salah satu keindahan Piala Dunia kali ini. namun keindahan penyelesaian tersebut ditentukan seberapa baik umpan tersebut. saya sangat terkesan dengan tekniknya dan ia menjadi hal yang sangat krusial di pertandingan-pertandingan yang ketat.

 

LINI DEPAN


Arjen Robben (Belanda) Umur telah melakukan keajaiban bagi Robben. Pada usia 30 dia sudah sangat berpengalaman dan telah belajar dan menjadi faktor penentu bagi Bayern Munich dan Belanda. Dia juga jelas sangat terampil dan saya masih kagum dengan cara dia mengendalikan bola saat mencetak gol melawan Spanyol. Semua orang tahu dia suka melakukan pergerakan memotong ke dalam dan menggunakan kaki kirinya.

Lionel Messi (Argentina) Argentina membukukan tiga kemenangan dan Messi mencetak gol di tiap pertandingan. Jika ia pemain Nigeria, ia akan mengalahkan Argentina. Dia membuat perbedaan bagi timnya dan telah membukukan gol-gol yang menakjubkan. Ia telah melakukan segalanya yang ia bisa lakukan.

Neymar (Brasil) Di atas semua tekanan yang ditujukan padanya, ia malah memberikan lebih dari segala ekspektasi. kebugarannya juga luar biasa dan menjadi faktor penentu bagi Brasil. Brasil tidak boleh terlalu bergantung pada dia tapi pemain berusia 22 tahun tidak melarikan diri dari tanggung jawab yang besar. permainannya sangat bernyali dan skillful.

 

Nora

Sumber : The Guardian

 

 

 

 

 

 

 

back to top