Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

Bertingkah aneh, dosen ini dapat pengawasan

Surabaya-KoPi│ Pernah melihat tingkah polah dosen aneh? Biasanya, dosen adalah sosok yang ditakuti oleh para mahasiswanya. Ketika langkah kakinya terdengar memasuki ruang kelas, mahasiswa akan beku dalam kekhusukan yang dibuat-buat. Tapi dosen ini tidak.

Novri Susan adalah dosen yang aneh. Begitu mungkin komentar dari banyak koleganya. Selain meraih gelar doktor dalam usia paling muda di antara dosen-dosen lain, setiap langkahnya menuju kelas adalah suara yang paling ditunggu. Seperti foto hasil investigasi KoPi ini yang diupload salah satu mahasiswanya di Path.

 

"Sensei (sapaan untuk Novri Susan, red.) itu orangnya tidak bikin kita takut kalau di kelas. Cara dia marah kalau kita ribut tuh asyik. Dia ndak marah-marah, ndak demen nyeprot mahasiswa. Biasanya dia berdiri diam. Selalu ada kejutan setelah diam. Seperti tiba-tiba nunjuk salah seorang kita dengan panggilan 'hai kamu Rangga, kamu jahat'. Kan kita jadi ngakak...hahah,"ungkap Nina salah satu mahasiswa yang ditemui KoPi di kampus Fisip Unair.

Novri setiap masuk kelas, sangat jarang bicara hal lain di luar materi kelas. Jika pun berbicara hal lain, ternyata selalu ada kaitan dengan kelas.

"Pak Novri itu tidak memaksa kita. Apa ya istilahnya, memohon kali hahaha. Tapi karena dia tidak suka menyudutkan mahasiwa, tapi mendorong kita untuk selalu semangat maka kita jadi semangat juga," tambah Nina.

Andrew, mahasiswa dari studi Ilmu Politik melihat sosok Novri Susan sebagai dosen yang lengkap. Menurutnya, dosen yang berpenampilan modis ini menggunakan bahasa yang ringan dan renyah akan tetapi selalu membuat kepala mengangguk-angguk.

"Misal dia bicara tentang teori oligarkhi. Itu kan sulit. Tapi dianya suruh beberapa anak maju ke depan. Lalu bikin sandiwara. Nah keliatannya cuman sandiwara sekitar 5 menitan. Eh setelah dia bikin ulasan...kita jadi paham teori oligarkhi. Aku sendiri jadi penasaran baca teori oligarkhi."

Akan tetapi bagi dosen-dosen lain, Novri memang berbeda. Pendekatannya tidak sama. Sering keluar dari kotak peraturan.

"Dia di awal kelas mesti selalu bilang gini 'Kalian boleh titip absen, terserah. Yang saya tahu, yang suka titip absen adalah golongan terhormat'. Nah coba, kalimat gituan kan tamparan hahaha. Mungkin sensei ingin kita tumbuh dewasa atas dasar kemauan sendiri, bukan karena paksaan dan sanksi," kata Lidya, mahasiswa lain.

Akan tetapi walaupun tampak rileks di hadapan mahasiswa, ternyata Novri Susan di kalangan ilmuwan sosial adalah macan yang dihormati. Buku-buku tulisannya menjadi rujukan seperti salah satunya berjudul Sosiologi Konflik. Selain pakar branding, Novri Susan merupakan akademisi yang pemikirannya menjadi perspektif tersendiri.

"Saya sangat mengagumi Mas Novri. Karkater pemikirannya jelas, independen dan selalu menerobos batas-batas konservativisme, "ungkap seorang dosen dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta kepada KoPi. 

Salah satu terobosan Novri adalah metode simulasi dalam pengajaran. Banyak dosen dan bahkan guru ingin belajar dari sosok yang suka tersenyum ini. 

Novri ketika ditemui KoPi pada 14 Mei lalu di kampus Fisip Unair hanya tertawa ketika ditanya bahwa dirinya dapat survey sebagai dosen paling 'ngehitz' di Unair.

"Kita ngobrol ke kantin saja yuk, di ruang ini (ruang dosen, red.) saya pasti jadi sangat serius dan galak. Mau saya galaki?" Langsung berdiri sambil tertawa ringan. 

Dosen ini memang lengkap. Aneh dari sisi kebiasaan yang datar-datar saja. Akan tetapi sesungguhnya lebih tepat disebut progresif, berani bertindak maju untuk inovasi-inovasi di dunia kependidikan.

"Ya saya bisa disebut aneh. Maka banyak yang ngawasin saya...haha, " komentar dosen berwajah oriental ini.

Di kantin kampus Fisip Unair, Novri memperlihatkan salah satu terobosan yang dia lakukan. Jika tertarik, bisa KLIK DI SINI. Ingin berkenalan dengannya? Langsung saja bertemu di Fisip Unair. |A. Ginanjar| 

back to top