Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

'Bersilaturahim' dengan Firaun

'Bersilaturahim' dengan Firaun

Jogjakarta-KoPi| Berbeda dari biasanya, kali ini pengunjung Islamic book fair lebih sering dipadati ruangan misterius yang terletak di belakang sekretariat. Ruangan ini ditutupi papan membentuk bujur sangkar. Akses masuk ruangan ini melalui pintu yang ditutupi gorden hitam. Pengunjung yang sering memasuki ruangan tersebut dari kalangan anak-anak yang didampingi orang tuanya.

Di dalam ruangan begitu kental nuansa hitam yang mencekam. Cahaya lampu menyala redup untuk memunculkan efek hening di dalamnya. Ruangan terbagi dua, pertama berupa ruang film dan kedua ruang pameran. Alurnya pegunjung memasuki ruangan pertama untuk menonton film, lalu memasuki ruangan pameran.

Begitulah kesan KoranOpini.com ketika memasuki ruangan misterius ‘Mummi Firaun dan Peninggalan Nabi Musa’. Setelah sebelumnya sukses memamerkan pedang pusaka peninggalan Nabi Muhammad, kini Islamic book fair mencoba menampilkan khazanah Islam dari kisah Nabi Musa.

Pameran ini menampilkan benda-benda replika peninggalan kisah Nabi Musa berupa Mummi Firaun, dua tongkat Firaun, anjing Firaun, tali-temali penyihir Firaun, dua buah kitab Taurat, patung dewa Firaun dan tongkat Nabi Musa.

Menurut pengelola pemeran, Juprianta pengunjung yang datang harus melihat film Nabi Musa dan Firaun. Film ini menceritakan kelahiran Nabi Musa, konflik dengan Firaun hingga peristiwa tenggelamnya Firaun di Laut Merah.

“Respon masyarakat bagus, tujuan dari pameran ini efektif untuk edukasi kepada anak-anak mengenalkan kisah Islam, pengunjung sendiri banyak dari kalangan anak-anak,” tutur Jupri pada acara Islamic book fair di GOR UNY pukul 15.30 WIB. |Winda Efanur FS|

back to top