Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

'Bersilaturahim' dengan Firaun

'Bersilaturahim' dengan Firaun

Jogjakarta-KoPi| Berbeda dari biasanya, kali ini pengunjung Islamic book fair lebih sering dipadati ruangan misterius yang terletak di belakang sekretariat. Ruangan ini ditutupi papan membentuk bujur sangkar. Akses masuk ruangan ini melalui pintu yang ditutupi gorden hitam. Pengunjung yang sering memasuki ruangan tersebut dari kalangan anak-anak yang didampingi orang tuanya.

Di dalam ruangan begitu kental nuansa hitam yang mencekam. Cahaya lampu menyala redup untuk memunculkan efek hening di dalamnya. Ruangan terbagi dua, pertama berupa ruang film dan kedua ruang pameran. Alurnya pegunjung memasuki ruangan pertama untuk menonton film, lalu memasuki ruangan pameran.

Begitulah kesan KoranOpini.com ketika memasuki ruangan misterius ‘Mummi Firaun dan Peninggalan Nabi Musa’. Setelah sebelumnya sukses memamerkan pedang pusaka peninggalan Nabi Muhammad, kini Islamic book fair mencoba menampilkan khazanah Islam dari kisah Nabi Musa.

Pameran ini menampilkan benda-benda replika peninggalan kisah Nabi Musa berupa Mummi Firaun, dua tongkat Firaun, anjing Firaun, tali-temali penyihir Firaun, dua buah kitab Taurat, patung dewa Firaun dan tongkat Nabi Musa.

Menurut pengelola pemeran, Juprianta pengunjung yang datang harus melihat film Nabi Musa dan Firaun. Film ini menceritakan kelahiran Nabi Musa, konflik dengan Firaun hingga peristiwa tenggelamnya Firaun di Laut Merah.

“Respon masyarakat bagus, tujuan dari pameran ini efektif untuk edukasi kepada anak-anak mengenalkan kisah Islam, pengunjung sendiri banyak dari kalangan anak-anak,” tutur Jupri pada acara Islamic book fair di GOR UNY pukul 15.30 WIB. |Winda Efanur FS|

back to top