Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Beredar WA, Lulung dan Taufik panik dilaporkan Ahok ke KPK

Beredar WA, Lulung dan Taufik panik dilaporkan Ahok ke KPK

KoPi| Sebuah chatting antara Lulung Lunggana (Waket DPRD DKI Jakarta asal PPP) dan Mohamad Taufik (Waket DPRD DKI asal Gerindra) bocor di masyarakat. Perbincangan itu menunjukkan kepanikan para wakil rakyat yang mulia tersebut karena Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubenur DKI Jakarta melaporkan ke KPK 27 Februari 2015.

Seperti dirilis pelbagai media massa, Ahok akhirnya melaporkan oknum DPRD DKI Jakarta atas dugaan mark up anggaran atau disebut sebagai dana siluman dalam pengajuan anggaran 2015 sebensar Rp. 12,1 trilyun.
perbincangan antara Lulung dan Mohamad Taufik sebagai berikut:

Lulung: 'Ini begimane ceritanye sih? Kok si gila udeh lapor KPK aje bos? Bisa gawat nih kita' 

Taufik: 'Iya ji, makanya ane kan udeh bilang sm ente, kita ancem dulu aja dia, bukan langsung angket aja kyk gini. ngamuk dia jadinya.'

 

back to top