Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya
Surabaya - KoPi | Indutri pangan Indonesia kembali terusik dengan tersebarnya beras jenis baru, yaitu beras plastik. Beras yang diduga telah beredar di negara Asia ini telah merambat ke produsen di Indonesia.

Beras ini disinyalir berbahan dasar kentang dengan plastik yang diolah hampir mirip seperti beras padi. Bahkan setelah pengolahan menjadi nasi, tidak terlalu jelas perbedaan dengan beras asli.

Menurut Dr. Merryana Adriani, SKM.,M.Kes jenis plastik yang digunakan dalam pengolahan beras plastik harus diteliti lebih jauh.  Jika plastik yang digunakan adalah jenis selulosa maka beras jenis tersebut dinilai tidak berbahaya.

Jenis plastik ini seperti kertas pembungkus yang terdapat dipermen susu. sehingga memang tidak berbahaya untuk dimakan. “umbi-umbian yang dijadikan bahan dasar kemungkinan akan melebur ketika dikukus, sehingga dibungkus kuat dengan menggunakan plastik jenis ini, kalau seperti ini tentunya tidak berbahaya” ujar Merry.
Namun jika jenis plastik yang digunakan adalah plastik yang berbahaya, tentunya akan membuat perusakan pada pencernaan dan jaringan.

Pakar gizi Universitas Airlangga ini menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi beras. Ketelitian dan kepekaan terhadap  penggunaan beras harus diutamakan. Sehingga konsumen tidak asal membeli sehingga menimbulkan penyakit.

“untuk menghindari ketergantungan terhadap beras, maka masyarakat bisa beralih dalam penggunaan umbi-umbian sebagai bahan pokok. Seperti kentang, jagung dan umbi-umbian jenis lainnya. Kandungan gizinya bisa lebih tinggi dibanding dengan beras. Meskipun butuh penyesuaian dalam pengkonsumsian tersebut” tutur Merry. | Labibah

back to top