Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Kulon Progo-KoPi│Masayarakat Dusun Girigondo turut berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalan menuju area pemakaman Pakualam sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya KGPAA Pakualam IX.

Masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang karena Raja Pakualaman IX dianggap seperti sosok pahlawan dan sebagai Raja yang memiliki kewibawaan lebih bagi masyarakat Dusun Girigondo Desa Kali Gintung Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo.

Penghormatan terakhir tidak hanya tergambarkan dalam bentuk simbolik saja dari masyarakat. Salah satu ungkapakan kehilangan disampaikan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Masyarakat merasa kehilangan beliau sosok yang baik walaupun dalam keadaan sakit tetap mengunjungi masyarakatnya,”.

bunga pk2

Rasa hormat itu juga diungkapkan secara lisan maupun tulisan, seperti halnya terpapar di setiap karangan bunga yang menunjukan rasa duka.

Ratusan karangan bunga yang memadati area komplek pemakaman pakualaman, menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak warga dusun sekitar pemakaman.

bunga pk 1

 

Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun itu mengumpulkan dan memanfaatkan bunga-bunga yang ada sebagai bahan bermain. Area pemakaman yang biasa diyakini sebagai momok atau tempat yang menyeramkan, tapi kini dijadikan sebuah situs pariwisata dan tempat bermain yang menyenangkan bagi mereka.

Selain itu anak-anak juga terdapat beberapa warga yang mengais berkah dengan mengambil bunga-bunga yang ada di sekitar areal pemakaman.│Frenda Yentin│ Cucuk Armanto│

back to top