Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Kulon Progo-KoPi│Masayarakat Dusun Girigondo turut berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalan menuju area pemakaman Pakualam sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya KGPAA Pakualam IX.

Masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang karena Raja Pakualaman IX dianggap seperti sosok pahlawan dan sebagai Raja yang memiliki kewibawaan lebih bagi masyarakat Dusun Girigondo Desa Kali Gintung Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo.

Penghormatan terakhir tidak hanya tergambarkan dalam bentuk simbolik saja dari masyarakat. Salah satu ungkapakan kehilangan disampaikan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Masyarakat merasa kehilangan beliau sosok yang baik walaupun dalam keadaan sakit tetap mengunjungi masyarakatnya,”.

bunga pk2

Rasa hormat itu juga diungkapkan secara lisan maupun tulisan, seperti halnya terpapar di setiap karangan bunga yang menunjukan rasa duka.

Ratusan karangan bunga yang memadati area komplek pemakaman pakualaman, menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak warga dusun sekitar pemakaman.

bunga pk 1

 

Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun itu mengumpulkan dan memanfaatkan bunga-bunga yang ada sebagai bahan bermain. Area pemakaman yang biasa diyakini sebagai momok atau tempat yang menyeramkan, tapi kini dijadikan sebuah situs pariwisata dan tempat bermain yang menyenangkan bagi mereka.

Selain itu anak-anak juga terdapat beberapa warga yang mengais berkah dengan mengambil bunga-bunga yang ada di sekitar areal pemakaman.│Frenda Yentin│ Cucuk Armanto│

back to top