Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Bendera setengah tiang untuk KGPAA Pakualam IX

Kulon Progo-KoPi│Masayarakat Dusun Girigondo turut berduka dengan mengibarkan bendera setengah tiang di sepanjang jalan menuju area pemakaman Pakualam sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya KGPAA Pakualam IX.

Masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang karena Raja Pakualaman IX dianggap seperti sosok pahlawan dan sebagai Raja yang memiliki kewibawaan lebih bagi masyarakat Dusun Girigondo Desa Kali Gintung Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo.

Penghormatan terakhir tidak hanya tergambarkan dalam bentuk simbolik saja dari masyarakat. Salah satu ungkapakan kehilangan disampaikan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Masyarakat merasa kehilangan beliau sosok yang baik walaupun dalam keadaan sakit tetap mengunjungi masyarakatnya,”.

bunga pk2

Rasa hormat itu juga diungkapkan secara lisan maupun tulisan, seperti halnya terpapar di setiap karangan bunga yang menunjukan rasa duka.

Ratusan karangan bunga yang memadati area komplek pemakaman pakualaman, menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak warga dusun sekitar pemakaman.

bunga pk 1

 

Anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun itu mengumpulkan dan memanfaatkan bunga-bunga yang ada sebagai bahan bermain. Area pemakaman yang biasa diyakini sebagai momok atau tempat yang menyeramkan, tapi kini dijadikan sebuah situs pariwisata dan tempat bermain yang menyenangkan bagi mereka.

Selain itu anak-anak juga terdapat beberapa warga yang mengais berkah dengan mengambil bunga-bunga yang ada di sekitar areal pemakaman.│Frenda Yentin│ Cucuk Armanto│

back to top