Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme
Jogja-KoPi|Gabungan mahasiswa Universitas  DIY yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi Pancasila di Tugu Yogyakarta, Selasa (30/5). Puluhan mahasiswa DIY ini beraksi dengan menampilkan baju adat daerah masing-masing dan membawa pamflet pancasila. 
 
Dalam aksi yang bertemakan pancasila ini, Forum BEM DIY meminta dua hal kepada pemerintah yaitu perlindungan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan pemercepatan kesejahteraan rakyat . 
 
“Pertama kami meminta kepada pemerintah agar  menyelamatkan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan  pemercepatan kesejahteraan rakyat,” tekan ketua Forum BEM DIY, Fatah,Selasa (30/5). 
 
Fatah menuturkan gerakan radikalisme yang anti pancasila ini meski tidak bergerak frontal namun perlahan masuk kedunia perkampus an. Dia menjelaskan paham radikalisme biasa masuk dengan latar belakang agama dari diskusi kelompok kecil dan membesar sampai membentuk acara tersendiri.
 
Fatah melihat gerakan radikalisme dan terorisme ini tumbuh pula karena faktor ekonomi. Dia mengimbuhkan paham ini dapat masuk ke masyarakat miskin karena iming-iming dari pihak tertentu  seperti menjanjikan masuk surga dan lain-lain.  
 
“Kalo kita melihat  radikalisme dan terorisme ini,mereka tumbuh karena faktor ekonomi juga, jika ada tawaran dari faktor-faktor tertentu dengan  iming-iming uang dan janji surga,”lanjut Fatah.
 
Dia pun menghimbau kepada pemerintah agar  melakukan langkah tegas pencegahan dan tidak hanya menangkap pelaku paham radikalisme. Salah satunya dengan memperbaiki dan menambah jam kurikulum mata kuliah pancasila dan kebangsaan.
 
 “Cara mengantisipasi paham radikalisme ini melalui kebijakan pemerintah dengan menambah kurikulum yang berbau kebangsaan dan kepancasilaan,saat ini  pembahasan mata kuliah kebangsaan itu sangat terbatas, kita mungkin hanya membicarakan pancasila seminggu hanya satu setengah jam,”terangnya.
 
Terkait dengan pencegahan dan antisipasi gerakan radikalisme ini, dia juga mengatakan perlu adanya dukungan dari pihak kampus, pemerintah dan masyarakat. Khusus pemerintah, dia meminta agar mereka memperhatikan pula kesejahteraan rakyat untuk mencegah gerakan radikalisme agar tidak menjalar.
 
“Kalo kita dikampus sudah bicara soal pancasila dan kebangsaan namun di kampung orang miskin dirayu-rayu untuk datang ketimur lalu bagaimana? itu yang perlu jadi penekanan,”  pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top