Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme

BEM DIY menggelar aksi meminta pemerintah melindungi kampus dari paham radikalisme
Jogja-KoPi|Gabungan mahasiswa Universitas  DIY yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar aksi Pancasila di Tugu Yogyakarta, Selasa (30/5). Puluhan mahasiswa DIY ini beraksi dengan menampilkan baju adat daerah masing-masing dan membawa pamflet pancasila. 
 
Dalam aksi yang bertemakan pancasila ini, Forum BEM DIY meminta dua hal kepada pemerintah yaitu perlindungan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan pemercepatan kesejahteraan rakyat . 
 
“Pertama kami meminta kepada pemerintah agar  menyelamatkan dunia pendidikan dari paham radikalisme dan  pemercepatan kesejahteraan rakyat,” tekan ketua Forum BEM DIY, Fatah,Selasa (30/5). 
 
Fatah menuturkan gerakan radikalisme yang anti pancasila ini meski tidak bergerak frontal namun perlahan masuk kedunia perkampus an. Dia menjelaskan paham radikalisme biasa masuk dengan latar belakang agama dari diskusi kelompok kecil dan membesar sampai membentuk acara tersendiri.
 
Fatah melihat gerakan radikalisme dan terorisme ini tumbuh pula karena faktor ekonomi. Dia mengimbuhkan paham ini dapat masuk ke masyarakat miskin karena iming-iming dari pihak tertentu  seperti menjanjikan masuk surga dan lain-lain.  
 
“Kalo kita melihat  radikalisme dan terorisme ini,mereka tumbuh karena faktor ekonomi juga, jika ada tawaran dari faktor-faktor tertentu dengan  iming-iming uang dan janji surga,”lanjut Fatah.
 
Dia pun menghimbau kepada pemerintah agar  melakukan langkah tegas pencegahan dan tidak hanya menangkap pelaku paham radikalisme. Salah satunya dengan memperbaiki dan menambah jam kurikulum mata kuliah pancasila dan kebangsaan.
 
 “Cara mengantisipasi paham radikalisme ini melalui kebijakan pemerintah dengan menambah kurikulum yang berbau kebangsaan dan kepancasilaan,saat ini  pembahasan mata kuliah kebangsaan itu sangat terbatas, kita mungkin hanya membicarakan pancasila seminggu hanya satu setengah jam,”terangnya.
 
Terkait dengan pencegahan dan antisipasi gerakan radikalisme ini, dia juga mengatakan perlu adanya dukungan dari pihak kampus, pemerintah dan masyarakat. Khusus pemerintah, dia meminta agar mereka memperhatikan pula kesejahteraan rakyat untuk mencegah gerakan radikalisme agar tidak menjalar.
 
“Kalo kita dikampus sudah bicara soal pancasila dan kebangsaan namun di kampung orang miskin dirayu-rayu untuk datang ketimur lalu bagaimana? itu yang perlu jadi penekanan,”  pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top