Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Belum ada temuan peredaran PCC di sekolah Yogyakarta

Belum ada temuan peredaran PCC di sekolah Yogyakarta

Jogja-KoPi|Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menyampaikan belum ada temuan peredaran obat terlarang sejenis PCC di Yogyakarta. Ia mengungkapkan ,pihaknya sudah terjun dan menyisir lapangan di DIY begitu kasus PCC mencuat di Kendari beberapa waktu lalu.

"Begitu kasus PCC mencuat,saya bersama resimen Narkoba dan jajaran segera mengscan dan menyisir lapangan,alhamdulilah sampai sekarang belum ada temuan dan semoga di Yogyakarta tidak ada temuan," ujarnya saat dijumpai usai menemani Panglima TNI ziarah ke TMP Kusumanegara,Selasa (19/9).

Tommy menuturkan pengecekan lapangan ini meliputi semua tempat yang berpotensi menjadi jalur peredaran PCC. Saat pengecekan ,Ia pun menerjunkan intel dari kepolisian untuk mengawasi langsung anak -anak usia sekolah dari SMP hingga TK di Yogyakarta.

Alhasil pihaknya sampai saat ini belum menemukan siswa atau sekolah yang korban obat PCC seperti yang terjadi di Kendari. Sebagai bentuk pencegahan pihaknya juga mempelajari modus penyebaran PCC di Kendari unuk mencegah terjadi di DIY.

"Apalagi saat diekspos itu pcc memang sangat berbahaya,obat itupun ternyata sudah dilarang beberapa tahun belakangan,namun sayangnya anak-anak sekolah menjadi korban yang angat rawan pada kasus ini,"tuturnya.

Sebagai bentuk pencegahannya,Tommy pun menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan lagi obat yang mereka konsumsi. Secara tegas,ia menekankan agar masyarakat tidak meminum sembarang obat tanpa resep dokter yang benar.

"Bahwa semua jenis obat apapun,tidak hanya PCC,jangan dikonsumsi tanpa resep dokter,Karena seperti PCC itu akan berdampak pada  kesehatan namun juga hukum,"ucapnya.

Sementara itu,berdasarkan keterangan dari BPOM, PCC yang ditemukan di Kendari merupakan obat keras. Kandungan PCC ini mirip dengan obat keras jenis Somadril dan sempat beredar luas di masyarakat. Namun demikia ,kedua Obat ini sudah ditarik oleh BPOM sejak Juli 2013 dan BPOM sampai saat ini masih melakukan pengawasan pada tempat penjualan obat terkait apakah obat ini masih beredar atau tidak.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top