Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Beginilah kondisi tenaga medis Indonesia ketika...

foto: www.huffingtonpost.com foto: www.huffingtonpost.com

KoPi | Persepsi masyarakat terhadap tenaga medis baik dokter dan perawat Indonesia masih buruk. Sampai saat ini masyarakat terutama kalangan menengah ke atas masih merasa aman dan tenang pergi ke dokter-dokter di rumah sakit luar negeri. Mereka rela merogoh kocek banyak untuk cek dan pengobatan di Singapura, Malaysia atau Korea.

Menurut Bappenas melalui Armida Alisjahbana bahwa dokter Indonesia merupakan salah satu dari profesi yang masing sangat lemah. Padahal persaingan pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) menyebabkan dokter-dokter luar negeri bisa masuk dan praktek di Indonesia.

"Masih kalah unggul, lemah..." jelas Armida sebagaimana dikutip oleh Nakernews tahun silam.

Salah satu fakta kelemahan paling mendasar adalah minimnya proses personal branding para dokter. Hal ini dibenarkan oleh pakar branding, Novri Susan, Ph.D. Doktor bidang perilaku masyarakat kontemporer jebolan Jepang ini menyatakan bahwa dari sisi kualitas ilmu medis sesungguhnya dokter Indonesia tidak kalah. Akan tetapi faktor lemahnya branding menyebabkan masyarakat tidak memberi kepercayaan.

"Faktor kualitas keilmuan medis penting, namun juga dokter Indonesia sudah bagus. Akan tetapi mereka masih belum memiliki kesadaran membranding diri sebagai dokter yang profesional. Akibatnya masyarakat tidak banyak tahu dan hanya berpersepsi berdasar isu. Kepercayaan masyarakat pun lemah."

Berdasar pada fakta inilah sebenarnya personal branding training menjadi sangat penting. Dokter spesialis anak, dr. Dini Adityarini, Sp.A. membenarkan.

"Saya segelintir dokter yang menyadari pentingnya branding. Mayoritas dokter masih enggan dan mungkin malu". Jelas dokter spesialis anak yang setelah melakukan personal branding, dia berhasil mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat.

Labibah dari EO Manager dari membranding.com saat ditemui KoPi di kantornya menjelaskan bahwa saat ini ada kesempatan ikut pelatihan personal branding bersama lembaganya tersebut. 

"Saya mengundang para dokter ikut personal branding training ini, sebagai upaya menguatkan daya saing dokter-dokter Indonesia. Jangan sampai terlambat memutuskan langkah yang tepat ini."

Labibah berpedanpat bahwa personal branding itu bukan iklan, akan tetapi metod penyebaran informasi yang sistemik dan efektif agar masyarakat paham tentang figur profesional termasuk dokter.

"Pada tanggal 13 Mei 2016 akan kami selenggarakan personal branding training bersama pakar. Ini masih sangat jarang, mungkin belum ada di Indonesia. Jadi jangan sampai terlambat. Kuota tersisa 30persen. Biasanya ramai saat hari H." Ungkap Labibah kepada KoPi.

Informasi personal branding training untuk para dokter bisa diakses di sini membranding.com. Nah para dokter, tingkatkan kemampuan personal branding Anda, jika tidak ingin tergulung pasar bebas MEA. | Ginanjar |

back to top