Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Beginilah jika Bonek Persebaya 1927 melawan angkuhnya Kongres PSSI

Beginilah jika Bonek Persebaya 1927 melawan angkuhnya Kongres PSSI
Surabaya – KoPi | Kongres PSSI 2015 di Surabaya tidak hanya mendapat perlawanan dari Menteri Pemuda dan Olahraga. Bonek Persebaya 1927 juga terus melakukan perlawanan terhadap PSSI. Kali ini, mereka mendatangi lokasi kongres PSSI di Hotel JW Marriot di Jalan Embong Malang, Surabaya, Sabtu (18/4).
 

Ribuan bonek tersebut datang dengan berbagai spanduk. Di antaranya ialah bertuliskan pembekuan PSSI serta tuntutan terhadap presiden untuk membenahi federasi sepakbola Indonesia.

Dalam tuntutan mereka, Bonek Persebaya 1927 menuntut Presiden RI pihak yang mereka sebut Mafia FIFA. Mereka juga mendukung langkah tegas Menpora dan BOPI terhadap PSSI dan PT Liga Indonesia. Tuntutan terakhir adalah meminta hak-hak Persebaya 1927 dikembalikan.

Selain melalui aksi di jalan, para Bonek juga turut melakukan perlawanan lewat dunia maya. Tagar #SurabayaMelawan terus mewarnai media sosial Twitter. Bonek berupaya memperjuangkan keberadaan Persebaya 1927 sebagai klub asli Surabaya. Mereka ingin pemerintah mengakui legalitas Persebaya 1927. 

Dalam aksi tersebut, para Bonek juga memblokir jalan Embong Malang. Bonek juga sempat merazia sejumlah kendaraan. Beberapa kendaraan dengan plat nomor B dan N sempat dihadang dan diminta berputar balik.

"Kami tidak melarang mereka kok. Demi keselamatan mereka sendiri, jadi kami cegah. Takutnya ada anak-anak (bonek, red) yang masih berpikiran plat asal kota tertentu sebagai musuh. Jadi kami cegah, itu ya bisanya kami mengamankan teman-teman dari kota lain seperti Malang dan Jakarta".

Jelas Wasto kepada KoPi. Menurutnya pencegahan lebih baik dilakukan karena tidak mungkin kordinator kelompok bisa mengontrol semua anggotanya. 

"Kami hormat kepada siapapun yang ada di kota ini".

Akibat dari aksi para Bonek tersebut, kawasan jalan Embong Malang menjadi lengang. Salah satu netizen asal Surabaya mengatakan baru kali ini jalan tersebut sepi dari kendaraan bermotor. Padahal lalu lintas yang melalui jalan tersebut selalu padat, meskipun ada aksi unjuk rasa.

 

back to top