Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Teknologi baru penanganan katarak

Teknologi baru penanganan katarak
Surabaya – KoPi. Penyakit katarak memang merupakan salah satu penyakit mata yang umum. Umumnya katarak timbul karena usia tua. Meski demikian, katarak juga bisa ditimbulkan oleh radiasi UV, gejala diabetes, rokok, obesitas, darah tinggi. Jika katarak timbul, penanganan paling mudah adalah dengan operasi. Namun, mendengar kata operasi, tentu membuat sebagian besar masyarakat takut dan cemas.
 

Padahal, teknologi yang semakin maju justru semakin mempermudah pengobatan katarak. Saat ini teknik bedah mata di dunia kedokteran juga semakin maju. Ahli bedah mata dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan tindakan operasi mata, apalagi dengan semakin majunya teknik bedah yang digunakan.

“Semakin baru teknik bedah yang digunakan, maka semakin kecil irisan yang perlu dilakukan. Efeknya, akan semakin sedikit pantangan yang tidak boleh dilakukan pasien. Pasien juga bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” ungkap dr. Erry.

Ia juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan operasi mata. Apabila ditangani oleh seorang yang ahli dan berpengalaman, standar keamanan operasi mata akan lebih terjamin. Resiko terjadinya kesalahan juga akan diminimalisir.

Salah satu teknik bedah terbaru untuk menangani katarak adalah fakoemulsifikasi. dr. Erry mengatakan, dengan teknik fakoemulsifikasi dokter bedah hanya perlu melakukan yang sangat kecil. “Hanya perlu disayat sepanjang 2,2 milimeter tanpa jahitan. Bandingkan dengan teknik insisi yang umum digunakan, yang panjang sayatannya 6 mm,” ungkapnya.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top