Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Teknologi baru penanganan katarak

Teknologi baru penanganan katarak
Surabaya – KoPi. Penyakit katarak memang merupakan salah satu penyakit mata yang umum. Umumnya katarak timbul karena usia tua. Meski demikian, katarak juga bisa ditimbulkan oleh radiasi UV, gejala diabetes, rokok, obesitas, darah tinggi. Jika katarak timbul, penanganan paling mudah adalah dengan operasi. Namun, mendengar kata operasi, tentu membuat sebagian besar masyarakat takut dan cemas.
 

Padahal, teknologi yang semakin maju justru semakin mempermudah pengobatan katarak. Saat ini teknik bedah mata di dunia kedokteran juga semakin maju. Ahli bedah mata dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan tindakan operasi mata, apalagi dengan semakin majunya teknik bedah yang digunakan.

“Semakin baru teknik bedah yang digunakan, maka semakin kecil irisan yang perlu dilakukan. Efeknya, akan semakin sedikit pantangan yang tidak boleh dilakukan pasien. Pasien juga bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” ungkap dr. Erry.

Ia juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan operasi mata. Apabila ditangani oleh seorang yang ahli dan berpengalaman, standar keamanan operasi mata akan lebih terjamin. Resiko terjadinya kesalahan juga akan diminimalisir.

Salah satu teknik bedah terbaru untuk menangani katarak adalah fakoemulsifikasi. dr. Erry mengatakan, dengan teknik fakoemulsifikasi dokter bedah hanya perlu melakukan yang sangat kecil. “Hanya perlu disayat sepanjang 2,2 milimeter tanpa jahitan. Bandingkan dengan teknik insisi yang umum digunakan, yang panjang sayatannya 6 mm,” ungkapnya.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top