Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Teknologi baru penanganan katarak

Teknologi baru penanganan katarak
Surabaya – KoPi. Penyakit katarak memang merupakan salah satu penyakit mata yang umum. Umumnya katarak timbul karena usia tua. Meski demikian, katarak juga bisa ditimbulkan oleh radiasi UV, gejala diabetes, rokok, obesitas, darah tinggi. Jika katarak timbul, penanganan paling mudah adalah dengan operasi. Namun, mendengar kata operasi, tentu membuat sebagian besar masyarakat takut dan cemas.
 

Padahal, teknologi yang semakin maju justru semakin mempermudah pengobatan katarak. Saat ini teknik bedah mata di dunia kedokteran juga semakin maju. Ahli bedah mata dr. Erry Dewanto, Sp.M., mengatakan masyarakat tidak perlu takut dengan tindakan operasi mata, apalagi dengan semakin majunya teknik bedah yang digunakan.

“Semakin baru teknik bedah yang digunakan, maka semakin kecil irisan yang perlu dilakukan. Efeknya, akan semakin sedikit pantangan yang tidak boleh dilakukan pasien. Pasien juga bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” ungkap dr. Erry.

Ia juga mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan operasi mata. Apabila ditangani oleh seorang yang ahli dan berpengalaman, standar keamanan operasi mata akan lebih terjamin. Resiko terjadinya kesalahan juga akan diminimalisir.

Salah satu teknik bedah terbaru untuk menangani katarak adalah fakoemulsifikasi. dr. Erry mengatakan, dengan teknik fakoemulsifikasi dokter bedah hanya perlu melakukan yang sangat kecil. “Hanya perlu disayat sepanjang 2,2 milimeter tanpa jahitan. Bandingkan dengan teknik insisi yang umum digunakan, yang panjang sayatannya 6 mm,” ungkapnya.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top