Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Jakarta-KoPi| Gerakan anti-korupsi bukan cuma bisa dilakukan lewat pendekatan politik, hukum, dan aksi demonstrasi di jalan, tetapi juga perlu digalakkan lewat media seni-budaya. Salah satunya adalah lewat penerbitan buku puisi-esai yang bertema anti-korupsi.

Demikian dinyatakan Satrio Arismunandar, pengarang buku “Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi,” di Jakarta, Selasa (24/3).

Buku itu dijadwalkan diluncurkan di Kampus FISIP-UI Depok, Kamis pagi (26/3), dengan pembahas: Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK; Dr. Manneke Budiman, Dosen Sastra FIB-UI; dan Agus R. Sarjono, penyair dan Pemimpin Umum “Jurnal Sajak.”Buku puisi-esai karya Satrio itu berisi profil lima tokoh koruptor, yang ironinya justru berlatar belakang pendidikan dan agama, yang seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakat.

Tokoh-tokoh fiktif yang mengambil inspirasi dari dunia nyata itu adalah: mantan aktivis mahasiswa, dosen teladan, penghafal kitab suci, tokoh partai berwarna agama, dan hakim agung.

Format puisi-esai itu sendiri merupakan sebuah puisi panjang, dengan tema utama kritik sosial. Berbeda dengan puisi biasa, puisi-esai dilengkapi dengan catatan kaki untuk menjelaskan konteks dan konten yang diceritakan dalam puisi.Satrio Arismunandar adalah mantan aktivis mahasiswa, jurnalis, dosen, penulis buku, dan doktor filsafat lulusan FIB-UI. Acara peluncuran buku ini merupakan hasil kerjasama Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP-UI dan penerbit Inspirasi.co.|

back to top