Menu
FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Prev Next

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Bedah Buku Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi

Jakarta-KoPi| Gerakan anti-korupsi bukan cuma bisa dilakukan lewat pendekatan politik, hukum, dan aksi demonstrasi di jalan, tetapi juga perlu digalakkan lewat media seni-budaya. Salah satunya adalah lewat penerbitan buku puisi-esai yang bertema anti-korupsi.

Demikian dinyatakan Satrio Arismunandar, pengarang buku “Antologi Puisi-Esai: Mereka yang Takluk di Hadapan Korupsi,” di Jakarta, Selasa (24/3).

Buku itu dijadwalkan diluncurkan di Kampus FISIP-UI Depok, Kamis pagi (26/3), dengan pembahas: Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK; Dr. Manneke Budiman, Dosen Sastra FIB-UI; dan Agus R. Sarjono, penyair dan Pemimpin Umum “Jurnal Sajak.”Buku puisi-esai karya Satrio itu berisi profil lima tokoh koruptor, yang ironinya justru berlatar belakang pendidikan dan agama, yang seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakat.

Tokoh-tokoh fiktif yang mengambil inspirasi dari dunia nyata itu adalah: mantan aktivis mahasiswa, dosen teladan, penghafal kitab suci, tokoh partai berwarna agama, dan hakim agung.

Format puisi-esai itu sendiri merupakan sebuah puisi panjang, dengan tema utama kritik sosial. Berbeda dengan puisi biasa, puisi-esai dilengkapi dengan catatan kaki untuk menjelaskan konteks dan konten yang diceritakan dalam puisi.Satrio Arismunandar adalah mantan aktivis mahasiswa, jurnalis, dosen, penulis buku, dan doktor filsafat lulusan FIB-UI. Acara peluncuran buku ini merupakan hasil kerjasama Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP-UI dan penerbit Inspirasi.co.|

back to top