Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

BAZNAS Kota Yogyakarta wajar tanpa pengecualian

Yogyakarta-KoPi, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengucapkan selamat dan terima kasih kepada BAZNAS (Badan Zakat Nasional) Kota Yogyakarta yang diketuai oleh Titik Sulastri yang juga merupakan Sekda Kota Yogyakarta karena pengelolaan BAZNAS memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) setelah diaudit oleh auditor akuntan publik.

Hal tersebut diucapkan ketika menyampaikan sambutan di acara “Tasyakkuran Pengelolaan Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) Tahun 2013/1434 BAZNAS Kota Yogyakarta” yang diisi dengan tausiah oleh Drs. H. Jaja Jaelani MM, Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta (5/6).

“Kami laporkan bahwa ZIS tahun 2013 mencapai Rp. 4.735.526.753. Alhamdulilahirabbal’alamin, pengelolaan zakat, infaq dan shadaqh tahun 2013/1434 dapat terlaksana dengan baik dan mengalami peningkatan 8% dari tahun sebelumnnya,” Titik bersyukur.

Menurutnya zakat, infaq dan shadaqah tersebut telah ditasharrufkan/didistribusikan untuk program pokok yakni: Yogya Taqwa sejumlah Rp. 2.183.980.000, Yogya Cerdas sejumlah Rp. 1.564.020.000, Yogya Sejahtera sejumlah Rp. 95.000.000 dan Yogya Peduli sejumlah Rp. 95.241.000.

Pengumpulan tersebut berasal dari zakat profesi pegawai pemerintah Kota Yogyakarta, BUMD, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Kantor Pertahanan Kota Yogyakarta, Badan Statistik Yogyakarta, Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara Yogyakarta, dan Muzakki atau Munfiq masyarakat.

Zakat memang adalah kewajiban setiap muslim. Zakat yang terkumpul hingga 4 milyar lebih itu hanya dari daerah Kota Yogyakarta saja. Tidak terbayangkan seandainya umat muslim se-Indonesia yang sadar untuk mengeluarkan zakat yang telah menjadi wajib dikeluarkan bagi mereka dikumpulkan dan disalurkan kepada yang berhak, mungkin tidak ada orang miskin lagi di Indonesia.

Oleh karena itu Walikota Yogyakarta berharap agar umat islam tertib mengeluarkan zakat dan berdo’a agar Allah selalu memberikan petunjuk bagi kita semua.


Reporter: Fahrurrazi

back to top