Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Batuk rejan, penyakit yang tak bisa disepelekan

Batuk rejan, penyakit yang tak bisa disepelekan

KoPi, Batuk rejan, disebut juga pertussis, adalah infeksi bakteri yang sangat menular yang dapat menyebabkan batuk-batuk berat dan radang pernapasan. Penyakit ini menyebar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, menebarkan bakteri ke udara. Batuk rejan sangat sulit didiagnosa karena gejala awalnya sangatlah halus dan hampir mirip dengan gejala demam. Pada sebagian orang, infeksi ini dapat menyebabkan pneumonia dan bahkan kematian.

Sebenarnya, sejak pertengahan tahun 1970an masyarakat sudah menggunakan vaksin untuk mencegah infeksi ini namun hingga kini kasus penyakit batuk rejan masih saja ditemui. Salah satu penyebabnya adalah, vaksin tersebut tidaklah permanen. Kekebalan yang didapat dari vaksin tersebut semakin lama semakin memudar—vaksin batuk rejan hanya bertahan selama 10 tahun. Kebanyakan masyarakat tidak tahu akan hal ini dan mereka tidak diberi vaksin lagi setelah vaksin sebelumnya habis.


Selain pemberian vaksin yang tidak dilakukan secara berkala, faktor lain yang menyebabkan menyebarnya penyakit batuk rejan adalah lingkungan tempat tinggal yang padat yang semakin membuat penyakit ini semakin mudah menyebar, seperti yang terjadi pada kelompok masyarakat Latino di Amerika Latin.


Berkaca dari kenyataan tersebut, kita harus mendorong masyarakat terutama para orang tua untuk lebih proaktif untuk mengimunisasikan anak-anak mereka dan mulai belajar untuk mengenali gejala dari penyakit pernapasan. Jika anak-anak mulai menunjukkan gejala seperti batuk-batuk, hal ini tak bisa dianggap enteng karena bisa jadi itulah tanda dari penyakit yang berbahaya ini.


(Ana Puspita)
Sumber: Foxnews.com

back to top