Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Batik "Laras" di House of Sampoerna

Batik "Laras" di House of Sampoerna

(Surabaya, 06 April 2017) Berangkat dari keinginan untuk saling berbagi tentang perkembangan batik lukis di masing-masing kota, sepuluh pembatik dari tiga kota Madiun, Ponorogo dan Surabaya, yang tergabung dalam Komunitas Batik Lukis Jawa Timur, menggelar pameran dengan tajuk “Laras” yang akan diselenggarakan di Galeri House of Sampoerna pada tanggal 07 - 29 April 2017.

Tema “Laras” atau Selaras dipilih sebagai penyatuan presepsi dalam seni, sehingga terwujud kolaborasi estetika dalam berkarya. Ragam latar belakang dari masing-masing pembatik berpengaruh pada terciptanya berbagai karya indah kaya akan motif, karakter khas dari tiap pembatik.

Kesemuanya dikemas secara apik berupa 30 karya batik lukis oleh Basuki Ratna K, Firman Batik Teyeng, Guntur Sasono, Heru Susanto, Imam Subandi, Pengky Gunawan, Prima Amri, Suharwedi, Tjiplies Pudji Lestari dan Yudi.

Tidak seperti umumnya batik konvensional, pengerjaan karya batik lukis yang dipamerkan mengeksplorasi media yang beragam serta teknik membatik kontemporer yang berbeda-beda. 

Pada karya Tjiplies Pudji Lestari, alih alih melakukan proses pencelupan selayaknya proses pewarnaan pada batik konvensional, pembatik asal Surabaya ini menggunakan kuas untuk menoreh warna-warna anggun pada motif-motif floral di atas kain sutra.

Proses lorot yang diaplikasikan pun tidak selamanya mengikuti metode konvensional. Tjiplies memanfaatkan panas dari setrika sebagai alternative cara me-lorot-kan malam, yakni dengan menggunakan alas kertas koran di atas kain sutra bermalam sebelum disetrika.

Lain halnya dengan Firman Batik Teyeng yang mengeksplorasi motif batik dengan menggunakan kain dan alat yang telah terpengaruh proses oksidasi. Ia memanfaatkan besi berkarat dan menempelkannya pada kain mori basah agar tercetak bentuk abstrak karat pada kain sehingga menciptakan motif unik dan segar.

Proses oksidasi yang tidak dapat diprediksi hasilnya justru menjadi tantangan tersendiri yang menarik untuk dieksplorasi seluas-luasnya dan memunculkan aksen tabrak warna pada pola yang digambar nantinya. 

Komunitas Batik Lukis Jawa Timur menggelar pameran perdana di House of Sampoerna (HoS) dengan tiga orang anggota Guntur Sasono (siGun), Nusa Amin, dan Prima Amri.

Sejak berpameran di House of Sampoerna, komunitas ini berkembang dengan jumlah anggota saat ini berjumlah lebih dari sepuluh orang.

Dengan terselenggaranya pameran batik lukis untuk kedua kalinya ini, diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat akan ragam batik yang tidak  hanya melulu dimanfaatkan untuk kebutuhan sandang, namun juga dipergunakan sebagai sarana mengekspresikan diri akan kecintaan terhadap nilai-nilai seni dan tradisi bangsa.

- Selesai-

Sejak berdiri di tahun 2003, House of Sampoerna (HoS), yang merupakan salah satu bentuk kepedulian PT HM Sampoerna Tbk.

Kepada kota Surabaya, terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan seni, budaya, sejarah dan pariwisata melalui berbagai agenda kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai edukatif dan sosial bekerja sama dengan berbagai komunitas dan pemerintahan.

Usaha keras HoS mendapat apresiasi dari Indonesia dan internasional dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan asing yang mencapai 200.000 orang di 2016, dan diraihnya berbagai penghargaan, salah satunya adalah ‘Top 10 Museum di Indonesia’ dari TripAdvisor sejak 2013 – 2016 dan “Top Choice Destination” yang diberikan oleh Lianorg.com, China.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Rani Anggraini
Manager Museum & Marketing
House of Sampoerna
Taman Sampoerna 6, Surabaya 60163
Tel. (031) 353-9000 ext. 24103
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
www.houseofsampoerna.museum

back to top