Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Batas usia pendonor sperma hingga 45 tahun

Inggris-KoPi, Batas usia pendonor sperma saat ini adalah 40 tahun. Hal itu berdasarkan pada studi sebelumnya yang menemukan bahwa penurunan kualitas sperma karena bertambahnya usia seorang pria.

Namun sebuah studi oleh Newcastle Fertility di Centre for Life menemukan bahwa klinik IVF bisa menggunakan sperma pria yang lebih tua karena mereka mampu memilih seseorang yang cukup sehat.

Dr. Meenakshi Choudhary berkata kepada The Daily Telegraph, "Kualitas sperma lebih penting daripada masalah usia seorang pria”.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa adanya sedikit pengaruh yang ditimbulkan sampai usia 45 tahun, tetapi pendonor sperma berasal dari orang yang dipilih berdasarkan kualitas sperma yang baik”.

"Mudah-mudahan penelitian ini dapat memberikan wanita sebuah harapan besar bahwa peluang mereka untuk mempunyai anak tidak ada masalah jika mereka harus memilih pendonor yang lebih tua”.

Dr. Choudhary mengatakan, “Beberapa studi telah menemukan usia memiliki efek pada mutasi DNA yang mungkin menjelaskan tingkat keguguran yang lebih tinggi dan cacat lahir. Sebagai tambahan, bahwa usia seorang pria itu berhubungan dengan gangguan jangka panjang pada keturunannya nanti”.

Tapi dia mengatakan bukti yang tersedia terbatas, “Masih ada lagi tentang persetujuan usia seorang pendonor dan hasil tes kesuburannya”.
Penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan Uropean Society of Human Reproduction and Embryology.

Namun Profesor Allan Pacey, ketua British Fertility Society menentang penaikan batas usia pendonor hingga 45 tahun karena efek yang mungkin terjadi pada kesehatan keturunannya nanti. Dia juga mengatakan hanya sekitar 5 persen dari pria yang lolos seleksi sebagai pendonor sperma yang bisa diterima.

Profesor Allan Pacey  juga berkata, "Saya mendapatkan bisikan kecil, dengan tekanan yang meningkat karena kurangnya pendonor sperma. Masyarakat juga tidak terlalu antusias untuk mengikuti seleksi tingkat kualitas sperma dan itu menjadi sebuah kekhawatiran. Sederhanaya kami tidak memiliki pendonor sperma yang cukup di Inggris”.

(Irfan Ridlowi)

Sumber : independent.co.uk

back to top