Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Bappenas: Tingkat kemiskinan rakyat Indonesia meningkat

Bappenas: Tingkat kemiskinan rakyat Indonesia meningkat

Jogja-KoPi| Tingkat kemiskinan di Indonesia September 2015 meningkat menjadi 11,13 persen dibandingkan September 2014, yaitu sebesar 10,96 persen.

Berbagai faktor memicu peningkatan kemiskinan ini, diantaranya adalah kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kenaikan harga kebutuhan pokok, tingkat upah harian buruh cenderung turun, dan penurunan daya beli rumah tangga sektor pertanian. TPT sendiri pada Agustus 2015 sebesar 6,18 %, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2014 (5,91%).

Pertumbuhan ekonomi belum mampu menyediakan lapangan kerja sejumlah yang dibutuhkan. Kenaikan kebutuhan pokok terutama beras memberikan dampak yang signifikan dalam peningkatan kemiskinan di Indonesia. Harga beras mengalami kenaikan dari 10,0 %, padahal beras merupakan komponen terbesar dalam pembentukan Garis Kemiskinan Makanan (GKM).

Menurut Rahma Iryanti, Deputi kependudukan dan ketenagakerjaan Kementrian PPN/Bappenas, nominal buruh tani dan buruh industri yang menurun, terutama buruh tani 6,19 % di Sepetember 2014 menjadi 4,5 % di September 2015 yang lebih rendah daripada inflasi ini secara riil cenderung mengakibatkan daya beli menurun.

“Strategi pembangunan nasional untuk pemerataan yang dapat dilakukan yaitu melalui pertumbuhan inklusif dengan memaksimalkan potensi ekonomi, menyertakan sebanyak-banyaknya angkatan kerja, dan ramah keluarga miskin, Strategi pembangunan nasional untuk pemerataan perlu dilakukan dalam menghadapi kemiskinan dan ketimpangan yang ada di Indonesia,” tutur Rahma Iryanti, Deputi kependudukan dan ketenagakerjaan Kementrian PPN/Bappenas.

Strategi tersebut dapat dicapai dengan memperbesar lapangan kerja berkualitas dan investasi padat karya, memberikan perhatian khusus terhadap akses usaha mikro dan kecil, mendorong tumbuh kembangnya jumlah wirausaha baru, memperkuat basis perekonomian perdesaan, pemenuhan pelayanan dasar masyarakat terbawah, mengurangi beban pendduk miskin/rentan.

Menurut Rahma Iryanti, memberikan perhatian khusus terhadap akses usaha mikro dan kecil, mendorong tumbuh kembangnya jumlah wirausaha baru, memperkuat basis perekonomian perdesaan, merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk menggerakkan usaha kelompok masyarakat. Mengingat anak muda Indonesia memiliki kreatifitasan yang tinggi dalam hal usaha.

Sedangkan, pengurangan beban penduduk miskin yang sudah dilakukan oleh pemerintah saat ini. perlu adanya target-target tertentu sehingga program ini berjalan lebih baik lagi.

“Pengurangan beban penduduk miskin yang sudah dilakukan seperti melalui bantuan BLT, raskin, kesehatan, dan pendidikan, perlu ada target sehingga akan menjadi lebih baik,” papar Rahma Iryanti.

back to top