Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Banyak pemudik yg pindah ke kereta api

Banyak pemudik yg pindah ke kereta api

Jawa Tengah-KoPi- Amblesnya Jembatan Comal mempengaruhi lonjakan penumpang pada moda transportasi kereta api. Jumlah pemudik yang menggunakan KA pun meningkat dratis. Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang Suprapto menerangkan, pada hari biasa kereta api lokal hanya mengangkut 2.500- 3.000 penumpang per hari.

Tapi usai kejadian jembatan Comal yang ambles, jumlah penumpang naik drastis. Jumlah penumpang tanggal 18 Juli misalnya, mencapai 5.443 penumpang, 19 Juli sebanyak 7.412 penumpang, 20 Juli sebanyak 8.202 penumpang, 21 Juli sebanyak 6.982 penumpang, dan 22 Juli sebanyak 6.475 penumpang.

Suprapto menerangkan, untuk jumlah penumpang yang naik dari Semarang ke sejumlah kota, PT KAI Daop IV Semarang mengangkut 6.994 penumpang kelas eksekutif, 2.795 penumpang kelas bisnis, 15.176 penumpang kelas ekonomi dan 34.514 penumpang lokal. Data itu terhitung dari hari Jumat (18/7) sampai Selasa (22/7).

”Tiket kereta api dari Jakarta menuju Semarang telah habis khususnya untuk keberangkatan tanggal 21 Juli sampai 29 Juli. Bahkan untuk KA tambahan seperti KA Menoreh Lebaran, KA Tawang Jaya dan KA Fajar Utama tiketnya telah habis sampai tanggal 30 Juli,” tegasnya.

Sepi

Situasi sebaliknya terjadi di Terminal Mangkang. Pada H-4 Lebaran arus mudik di Terminal Mangkang Kota Semarang terlihat masih sangat sepi. Aktivitas angkutan umum di terminal utama Kota Semarang tersebut bahkan lebih ramai saat hari-hari biasa. Kepala Terminal Mangkang Kota Semarang, Rumadi mengatakan, hingga kemarin terminal masih belum terlihat ada kenaikan penumpang mudik. ”Masih sangat sepi karena pengaruh amblesnya jembatan di Comal,” kata Rumadi, saat mendampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan pantauan kesiapan arus mudik Lebaran di Terminal Mangkang, belum lama ini.

Menurut Rumadi, dampak amblesnya jembatan Comal sangat berpengaruh terhadap angkutan umum yang masuk ke Terminal Mangkang. Sejak amblesnya jembatan tersebut rata-rata per hari hanya ada enam bus yang masuk. Bus tersebut hanya mengangkut penumpang langsiran yang terpaksa turun di Pemalang karena jembatan putus. Itupun jumlah penumpangnya sangat sedikit.

Pada H-7, katanya, jika dihitung bus AKAP (antar kota antar provinsi) maupun AKDP (antar kota dalam provinsi), maka bus yang datang ke terminal baru ada 51 bus, dengan 1.238 penumpang. Adapun bus yang berangkat dari terminal ada 58 bus dengan 1.253 penumpang. Padahal, sebelum ada kejadian amblesnya jembatan di Comal ambles, jumlah bus yang datang maupun berangkat dari terminal tersebut mencapai 100 bus.

Kabid Hubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Kunsnendar menegaskan, amblesnya jembatan di Comal berpengaruh ”positif” terhadap arus kendaraan di jalanan Kota Semarang, khususnya kendaraan arus mudik. Jalanan menjadi lengang, karena hanya ada kendaraan pribadi dalam volume yang tidak terlalu banyak.

Meski demikian, pihaknya sudah mempersiapkan antisipasi arus mudik Lebaran terutama mempersiapkan jalur mudik yang aman, nyaman, dan jalur-jalur alternatif. ”Memang dampaknya bisa dibilang ”positif’, tapi ada atau tidaknya kejadian di Comal, Dishubkominfo sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi arus mudik,” katanya.

Di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (23/7) lima kapal penumpang dijadwalkan sandar. Tiga kapal yakni KM Dharma Kencana III, KM Dharma Ferry VIII dan KM Egon masing-masing mengangkut 412, 421 dan 812 penumpang. Manager SDM dan Umum PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Nugroho Cristianto mengatakan, sejak H-15 (13/7) arus mudik di pelabuhan mulai terasa. Ia menerangkan, sebanyak 28 kapal penumpang telah sandar di pelabuhan sejak H-15 hingga H-4.

”Jumlah penumpang yang turun (debarkasi) ke Pelabuhan Tanjung Emas hingga Rabu (23/7) siang sebanyak 21.214 orang, mayoritas dari Kalimantan. Sementara penumpang naik (embakarsi) sebanyak 2.995,” katanya didampingi Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penertiban, Penyidikan dan Patroli KSOP Tanjung Emas, Kapten Dwiyanto.

Sementara Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan, Pemkot Semarang melalui jajarannya sudah siap menyambut arus mudik Lebaran. Baik di terminal, pelabuhan, maupun stasiun. Bahkan terdapat posko pelayanan kesehatan dan posko keamanan di pusat-pusat arus mudik.

Humas Polri

back to top