Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Bank syariah, antara tantangan dan peluang

Jogjakarta-KoPi| Pangsa pasar industri keungan syariah di Indonesia masih relatif kecil bila dibandingakan dengan bank konvensional. Perbandingan berkisar 4,9 % untuk perbankan syariah, 4,5 % untuk NAB Reksa Dana Syariah, 3,2% untuk nilai obligasi syariah dan 3,1% untuk IKNB syariah.

Dalam rangking dunia 20 besar perbankan syariah, Indonesia menempati urutan ke 9 dengan aset USD 35, 629. Untuk posisi pertama Malaysia (USD 423,285), disusul Arab Saudi (USD 338,106), dan Iran dipoisis ketiga (USD 323,300).

Menurut anggota Otoritas Jasa Keungan DIY (OJK), Fikiri Ausyah, kondisi ini menjadi tantangan dan peluang ke depan bagi perbankan syariah. Gerakan tumbuhnya pebankan syaraih terletak pada masyarakat. Berbeda dengan Timur Tengah didorong oleh petrodollars dan Malaysia didukung penuh oleh pemerintahannya.

“ Industri keuangan syariah perlu terus didorong untuk terus tumbuh dan meningkatkan daya saing. Membutuhkan koordinasi integrasi dan sinergi otoritas, pemerintah, MUI, dan para pemangku kepentingan”, jelasnya saat menjadi pembicara di seminar pasar modal syariah di FEB UGM pukul 10.00 WIB.

Tantangan lain dari perbankan syariah kurangnya SDM syariah yang berkompeten. Hasil riset perbankan syariah. Pada tahun 2013 perbankan syariah ada 26 ribu karyawan. Pada unit usaha syariah ada 11,5 ribu karyawan, dan BPR syariah 4,8 ribu karyawan.

“Angka yang terus tumbuh kesulitan untuk memenuhi SDM syariah membutuhkan 6.700 orang setiap tahun”, ujar Fikri.
Fikri menambahkan beberapa perbankan syraiah masih mengabaikan nilai-nilai syariah prinsip. Prinsip tersebut harus ditanamkan kembali dalam segala aktivitas syariah.  

SDM syariah harus dengan memahami nilai-nilai moral. Kita menghindari gharar atau transaksi yang mengandung tipuan, mayshir unsur spekulatif, dan dzalim menganiaya pihak yang bertransaksi”, kata Fikri.
|Winda Efanur FS|

Perbandingan keuangan 2014
Bank Syariah VS Bank Konvensional


 

   

back to top