Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Balutan batik Muslimah warnai JFW hari ketiga

Balutan batik Muslimah warnai JFW hari ketiga

Jogja-KoPi| Gelaran hari ketiga Jogja Fashion Week (JFW) 2017 tampilkan rancangan baju beberapa desainer dalam dan luar DIY berbalut tema Surga Batik atau Paradise Batik.

Pada hari ketiga ini, panitia JFW berusaha mengangkat tema Suasana nostalgia yang dilihat dalam kacamata millenium ketiga melalui desain batik tulis dan cap.

Sementara judul yang dibawakan adalah Mozaic ,atau sebuah istilah untuk mewakili konsep yang diangkat dari motif Flooring dan disusun dalam motif pakaian seperti ditempel ke dalan motif batik lainnya.

Selama satu jam lebih, ratusan mata penonton JFW dimanjakan dengan rancangan desainer baju muslimah nan unik,mewah, dan terkadang simpel namun masih indah dipandang.

Belasan model berjalan memakai rancangan desainer melewati catwalk dihadapan ratusan penonton yang antusias melihat model baju yang dipakaikan model. Hampir semua desainer membawakan atau menyeragamkan motif batik dalam setiap karya mereka. Namun beberapa desainer menguatkan motif dan tema batik jawa lebih banyak ketimbang lainnya.

Salah satunya adalah desain baju batik rancangan Iffah M Dewi yang membawakan Sogan Batik Indonesia pada JFW tahun ini. Iffah ,salah satu desainer yang berhasil di temui oleh wartawan ,mengungkapkan salah satu alasannya memilih batik karena Batik sendiri memiliki potensi besar sebagai media ekspresif diri.

"Batik dari tekniknya sangat memungkinkan kita untuk mengekspresifkan diri ,dan juga batik mampu mengekspresikan motif leluhur serta ia juga peninggalan pendahulu kita,"jelas Iffah saat ditemui di Gedung Jogja Expo Center (JEC), Jumat (25/8)

Sementara alasan keduanya,ia menilai industri batik ini sebagai salah satu industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dari berbagai kalangan,baik itu difabel maupun difabel.

Dalam gelaran keempat yang Iffah ikuti ,ia membawakan judul desain Pasukan Bregada Mataram. Delapan orang model yang memakai desainnya membawakan baju berwarna dasar merah dan Hitam serta bercorak batik ditambah tulisan aksara jawa dibeberapa bagian.

Tak hanya itu,para model juga membawakan properti tambahan seperti senjata tombak, pedang, keris dan topi ala kraton Ngayogyakarto

Iffah pun menjelaskan alasan pemilihan judul ini berdasarkan refleksi diri serta ia ingin mengenang kembali semangat juang Sri Sultan Hamengkubowono ke II(Dua).

"Alasan pemilihan Bregada mataram karena kita ingin mengenang lagi Sri Sultan kedua ,kita juga ingin orang-orang meneladani sifantnya yang anti penjajah serta semangatnya dalam mempertahankan Kraton,"ujarnya.

Semangat serta tema yang berusaha disampaikan Iffah pun sepertinya tersampaikan kepada pengunjung gelaran JFW malam itu. Salah satu pengunjung bernama Vika mengatakan bangga karena desainer seperti Iffah berusaha melestarikan karya nusantara dari Jawa.

"Saya sangat Bangga, karena akhirnya ada teman-teamn dari desainer yang mengangkat tema aksara Jawa,"ujar Vika.

Ia pun melanjutkan, bahwa ia langsung mengenali karya Iffah sebelum namanya digaungkan oleh MC JFW. Pasalnya ia merasa goresan dari Iffah sendiri sudah melekat dalam identitas karya dan ia sudah mengenali sedari awal sejak Iffah mulai terjun ke dunia show dan memulai usaha produk baju sejak tahun 2009.

Terlepas dari euforia serta antusiasme pengunjung dan desainer, JFW bertemakan Dream in Harmony ini akan tetap digelar hingga dua hari kedepan sampai tanggal 27 Agustus 2017. Gelaran penampilan fashion show akan dimulai malam hari di Gedung JEC. Jogja Fashion Show ini dapat dinikmati semua lapisan masyarkat Yogyakarta tanpa harus mengeluarkan biaya tiket alias Gratis. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top