Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Ayo cuci tangan!

Ayo cuci tangan!

KoPi, Organisasi kesehatan terbesar di dunia, WHO, merilis “scan tangan” jenis terbaru yang didesain untuk memperlihatkan efek-efek tak terlihat yang diakibatkan oleh pola kesehatan yang buruk.

Gambar hasil proses scan tersebut akan menampakkan jumlah bakteri jahat pada jari-jari tangan yang tidak dicuci setelah melakukan beberapa kegiatan seperti memotong ayam, memegang kain pencuci piring yang sudah sering dipakai atau setelah ke kamar kecil.


Untungnya, hasil scan tersebut juga dirilis bersamaan dengan gambar-gambar lain yang menunjukkan bagaimana mudahnya bakteri-bakteri tersebut dapat dihilangkan dengan mudah dengan cara mencuci tangan saja.


Publikasi kampanye ini bertepatan dengan Global Handwashing Day (Hari Mencuci Tangan Sedunia). Ini merupakan kampanye internasional yang bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa aksi mencuci tangan yang sangat sederhana dapat mengurangi penyebaran penyakit mematikan seperti E.coli dan Norovirus.


Penyebaran penyakit ini sangat mengancam kesehatan masyarakat dan mencuci tangan dengan sabun lebih efetif dan berfungsi dibanding dengan pemberian vaksin atau cara medis lainnya.


Dr. Paul Cosford, Pimpinan Health Protection at Public Health England (PHE), yang mendukung kampanye ini menyatakan:”Jika kita tidak mencuci tangan kita dengan baik, satu saja bakteri yang tertinggal, satu bakteri itu akan berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan dalam waktu yang relatif singkat.”


(Ana Puspita)
Sumber: The Independent

 

back to top