Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

KoPi, Badai matahari meluncur dengan cepat ke bumi kita dengan membawa milyaran ton material dengan kecepatan 2 juta mil per jam sekarang sedang menghantam atmosfir bumi, Pusat Prediksi Cuaca Angkasa NOAA mengatakan kepada ABC news.

Prediksi 24 jam ke depan mengatakan bahwa badai geomagnetit yang besar bisa menyebabkan kerusakan pada navigasi dan komunikasi satelit-satelit, sinyal radio pada kapal-kapal dan pesawat-pesawat di daerah kutub bisa terputus, dan mungkin juga bisa merusak navigasi sistem GPS dan radio setelit. Penerbangan telah menghindari rute yang melewati kutub untuk menjaga para penumpang dan crew dari radiasi tingkat tinggi.

Planet kita masih memiliki hutan. Daerah “Matahari” dimana badai telah terjadi 48 jam lalu masih tetap bisa menjadi berbahaya untuk minggu-minggu selanjutnya kecuali badai tersebut berotasi menjauh dari bumi, kata Joe Kunches, peneliti angkasa NOAA.

Daerah kutub adalah daerah yang paling dipengaruhi oleh badai matahari, Kunches mengatakan seandainya badai ini terjadi minggu lalu, mungkin usaha penyelamatan para peneliti yang kapalnya terjepit di bebatuan es tidak akan bisa dilakukan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Abcnews

 

back to top