Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

KoPi, Badai matahari meluncur dengan cepat ke bumi kita dengan membawa milyaran ton material dengan kecepatan 2 juta mil per jam sekarang sedang menghantam atmosfir bumi, Pusat Prediksi Cuaca Angkasa NOAA mengatakan kepada ABC news.

Prediksi 24 jam ke depan mengatakan bahwa badai geomagnetit yang besar bisa menyebabkan kerusakan pada navigasi dan komunikasi satelit-satelit, sinyal radio pada kapal-kapal dan pesawat-pesawat di daerah kutub bisa terputus, dan mungkin juga bisa merusak navigasi sistem GPS dan radio setelit. Penerbangan telah menghindari rute yang melewati kutub untuk menjaga para penumpang dan crew dari radiasi tingkat tinggi.

Planet kita masih memiliki hutan. Daerah “Matahari” dimana badai telah terjadi 48 jam lalu masih tetap bisa menjadi berbahaya untuk minggu-minggu selanjutnya kecuali badai tersebut berotasi menjauh dari bumi, kata Joe Kunches, peneliti angkasa NOAA.

Daerah kutub adalah daerah yang paling dipengaruhi oleh badai matahari, Kunches mengatakan seandainya badai ini terjadi minggu lalu, mungkin usaha penyelamatan para peneliti yang kapalnya terjepit di bebatuan es tidak akan bisa dilakukan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Abcnews

 

back to top