Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

Awas sekarang badai matahari telah datang ke bumi

KoPi, Badai matahari meluncur dengan cepat ke bumi kita dengan membawa milyaran ton material dengan kecepatan 2 juta mil per jam sekarang sedang menghantam atmosfir bumi, Pusat Prediksi Cuaca Angkasa NOAA mengatakan kepada ABC news.

Prediksi 24 jam ke depan mengatakan bahwa badai geomagnetit yang besar bisa menyebabkan kerusakan pada navigasi dan komunikasi satelit-satelit, sinyal radio pada kapal-kapal dan pesawat-pesawat di daerah kutub bisa terputus, dan mungkin juga bisa merusak navigasi sistem GPS dan radio setelit. Penerbangan telah menghindari rute yang melewati kutub untuk menjaga para penumpang dan crew dari radiasi tingkat tinggi.

Planet kita masih memiliki hutan. Daerah “Matahari” dimana badai telah terjadi 48 jam lalu masih tetap bisa menjadi berbahaya untuk minggu-minggu selanjutnya kecuali badai tersebut berotasi menjauh dari bumi, kata Joe Kunches, peneliti angkasa NOAA.

Daerah kutub adalah daerah yang paling dipengaruhi oleh badai matahari, Kunches mengatakan seandainya badai ini terjadi minggu lalu, mungkin usaha penyelamatan para peneliti yang kapalnya terjepit di bebatuan es tidak akan bisa dilakukan.

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Abcnews

 

back to top