Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Awas! Orang Indonesia lebih rentan mengalami kebutaan!

Awas! Orang Indonesia lebih rentan mengalami kebutaan!
Masyarakat Indonesia masih menganggap enteng masalah kesehatan mata. Padahal, sebagai penduduk daerah tropis, orang Indonesia rawan terkena kebutaan akibat katarak. Biasanya orang mengidentikkan katarak dengan penuaan. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa salah satu penyebab katarak adalah paparan sinar ultra-violet yang sangat intens.

Indonesia sebagai negara tropis tentu saja cenderung terkena radiasi UV lebih banyak dibanding negara lain.Selain itu, kondisi tanah Indonesia yang banyak mengandung kapur juga berpengaruh dalam mendorong terjadinya katarak.Katarak juga bisa timbul sebagai akibat dari diabetes, paparan asap rokok, dan obesitas.

“Penyebab kebutaan akibat katarak di Indonesia kurang lebih diakibatkan oleh kondisi geografis Indonesia sendiri. Sebagai negara tropis,masyarakat Indonesia banyak terpapar sinar UV,”ujar ahli bedah mata dr Erry Dewanto.

dr. Erry menyamakan kondisi mata yang terkena katarak sama dengan kaca jendela.Jika kaca terlalu sering terkena polusi dan paparan bahan kimia maka akan terjadi proses oksidasi, sehingga kaca menjadi lebih keruh. Hal yang sama juga terjadi pada mata. Akibat paparan UV dan kandungan kapur dalam air minum, lensa mata yang harusnya jernih menjadi lebih cepat keruh.

Karenanya dr Erry melihat usia penderita katarak di Indonesia semakin muda. Rata-rata usia 40 tahun sudah menderita katarak. “Hal itu terkait polusi yang ada. Makanan juga kena polusi air, minum juga terkontaminasi kapur, radikal bebas. Jadinya hal itu mempercepat degenerasi mata,” tukas dr. Erry.

Katarak adalah kondisi di mana terjadi pengkabutan pada lensa mata. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Gejala awal katarak biasanya tidak terlihat, karena hanya sedikit mempengaruhi kemampuan melihat. Penderita biasanya merasa pandangannya sedikit kabur, seperti melihat melalui kaca buram. Penderita juga biasanya akan lebih sensitif pada cahaya matahari atau cahaya lampu, di mana cahaya tersebut akan terasa lebih menyilaukan.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top