Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Awas! Orang Indonesia lebih rentan mengalami kebutaan!

Awas! Orang Indonesia lebih rentan mengalami kebutaan!
Masyarakat Indonesia masih menganggap enteng masalah kesehatan mata. Padahal, sebagai penduduk daerah tropis, orang Indonesia rawan terkena kebutaan akibat katarak. Biasanya orang mengidentikkan katarak dengan penuaan. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa salah satu penyebab katarak adalah paparan sinar ultra-violet yang sangat intens.

Indonesia sebagai negara tropis tentu saja cenderung terkena radiasi UV lebih banyak dibanding negara lain.Selain itu, kondisi tanah Indonesia yang banyak mengandung kapur juga berpengaruh dalam mendorong terjadinya katarak.Katarak juga bisa timbul sebagai akibat dari diabetes, paparan asap rokok, dan obesitas.

“Penyebab kebutaan akibat katarak di Indonesia kurang lebih diakibatkan oleh kondisi geografis Indonesia sendiri. Sebagai negara tropis,masyarakat Indonesia banyak terpapar sinar UV,”ujar ahli bedah mata dr Erry Dewanto.

dr. Erry menyamakan kondisi mata yang terkena katarak sama dengan kaca jendela.Jika kaca terlalu sering terkena polusi dan paparan bahan kimia maka akan terjadi proses oksidasi, sehingga kaca menjadi lebih keruh. Hal yang sama juga terjadi pada mata. Akibat paparan UV dan kandungan kapur dalam air minum, lensa mata yang harusnya jernih menjadi lebih cepat keruh.

Karenanya dr Erry melihat usia penderita katarak di Indonesia semakin muda. Rata-rata usia 40 tahun sudah menderita katarak. “Hal itu terkait polusi yang ada. Makanan juga kena polusi air, minum juga terkontaminasi kapur, radikal bebas. Jadinya hal itu mempercepat degenerasi mata,” tukas dr. Erry.

Katarak adalah kondisi di mana terjadi pengkabutan pada lensa mata. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Gejala awal katarak biasanya tidak terlihat, karena hanya sedikit mempengaruhi kemampuan melihat. Penderita biasanya merasa pandangannya sedikit kabur, seperti melihat melalui kaca buram. Penderita juga biasanya akan lebih sensitif pada cahaya matahari atau cahaya lampu, di mana cahaya tersebut akan terasa lebih menyilaukan.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top