Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Awas, makanan sehat ini ternyata bikin gendut!

Awas, makanan sehat ini ternyata bikin gendut!
KoPi | Tidak selamanya makanan yang dilabeli sehat baik untuk mengecilkan perut. Bahkan, beberapa makanan sehat justru dicurigai sebagai penyebab kegemukan.
 

Shona Wilkinson, kepala ahli gizi NutriCentre mengatakan banyak makanan berlabel sehat yang ternyata jauh dari konsep sehat. Makanan seperti sup, sushi, dan produk berlabel 'bebas gluten' ternyata memicu ketergantungan pada gula. Akibatnya akan terjadi penumpukan energi dan menyebabkan kegemukan.

Wilkinson menyarankan sebaiknya mengganti bahan dalam menu-menu tersebut. Ini beberapa saran Wilkinson untuk makanan yang lebih sehat.

 

Smoothies

Don't: Smoothies dari buah-buahan ternyata memiliki kandungan gula yang tinggi. Akibatnya, level gula darah bisa naik secara drastis. Efeknya, tubuh akan meminta tambahan asupan gula pada jam berikutnya.

Do: Ganti bahan smoothie buah dengan sayur. Atau jika tidak suka, campurkan sayuran ke dalam smoothie buah-buahan Anda, dengan komposisi 80% sayur dan sisanya buah seperti beri. Saran lainnya, campurkan jahe ke dalam smoothies buah Anda.

 

Yoghurt

Don't: Banyak yang menyangka yoghurt baik untuk kesehatan. Namun hati-hati, yoghurt berlabel rendah lemak sekalipun dapat mengandung gula yang tinggi.

Do: Cobalah yoghurt natural. Rasanya memang lebih asam. Tapi Anda dapat menambahkan buah seperti beri-berian atau kacang-kacangan.

 

Kacang-kacangan

Don't: Kacang-kacangan sering disebut baik untuk tubuh kita. Hal itu memang benar, namun tetap perhatikan porsinya. 

Do: Jenis kacang yang paling sehat adalah walnut. Enam biji kacang walnut sudah cukup untuk mencegah perut merasa lapar selama beberapa jam sekaligus mendapat manfaat kesehatan.

 

Sup

Don't: Beberapa penelitian menyebutkan makan makanan cair dapat membuat perut merasa lebih kenyang. Namun perhatikan sup yang Anda konsumsi. Sup krim mengandung lebih banyak gula dan garam, sehingga tidak baik untuk kesehatan.

Do: Buatlah sup Anda sendiri. Sup sayuran jelas pilihan paling sehat. Tambahkan sedikit daging atau ikan sebagai sumber protein.

 

Sushi

Don't: Belakangan ini sushi semakin nge-trend sebagai makanan sehat. Namun beberapa jenis sushi ternyata lebih banyak mengandung karbohidrat dan miskin protein. Akibatnya Anda akan lebih cepat merasa lapar. Selain itu, kecap asin yang menjadi pendamping sushi juga kaya garam.

Do: Pilih jenis sushi yang tepat, seperti sashimi tuna dan salmon. Salmon dan tuna mengandung protein yang tinggi, cukup membuat perut kenyang selama beberapa jam. | Daily Mail

back to top