Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Awas, jangan buang makanan sisa sembarangan!

Awas, jangan buang makanan sisa sembarangan!
KoPi| Orang tua kita selalu menasehati agar mengambil makanan secukupnya dan jangan pernah menyia-nyiakan makanan. Namun, di jaman modern ini, saat manusia mencapai kemakmuran tertinggi, semakin berlebih bahan makanan yang tersedia. Sayangnya tak semuanya habis termakan. Pernahkah kita berpikir seberapa besar bahaya jika kita membuang makanan sisa?
 Badan pangan dunia, FAO, memperkirakan, manusia membuang sampah sisa makanan sebesar 1,4 miliar ton setiap tahunnya. Jumlah yang luar biasa. Jumlah itu disebut jauh lebih berat daripada Gunung Fuji yang ada di Jepang.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Technology, makanan sisa memberi beban yang luar biasa pada planet ini. Limbah makanan disebut sebagai penyebab pemanasan global. Negara-negara Barat dianggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab pada kondisi kritis ini.

"Salah satu penyebab perubahan iklim adalah gaya konsumsi makanan di negara-negara Barat," ungkap Jurgen Kropp, peneliti asal University of Postdam, Jerman.

Kropp mengungkapkan, meskipun jumlah konsumsi tidak banyak berubah selama 50 tahun terakhir, surplus makanan secara global mencapai meningkat 65 persen lebih banyak. Produksi makanan yang semakin banyak berakibat pada makin besarnya gas rumah kaca yang dikeluarkan sektor pertanian. Parahnya, meski produksi makanan dunia semakin banyak, hal itu tidak mengurangi jumlah korban kelaparan di negara-negara miskin.

Dalam penelitian tersebut, Kropp dan rekan-rekannya menyebutkan, dengan menghindari membuang makanan sisa, manusia dapat mencegah efek bencana iklim seperti cuaca ekstrem.

"Sektor pertanian merupakan pendorong terbesar perubahan iklim, bertanggungjawab pada 20 persen emisi gas rumah kaca secara global pada tahun 2010. Menghindari pembuangan makanan sisa dapat menghindari emisi gas rumah kaca yang tak perlu dan membantu mengurangi dampak perubahan iklim," jelas Prajal Pradhan, rekan peneliti Kropp.

Menurut data FAO, setiap tahun sekitar sepertiga makanan di dunia dibuang sia-sia. Makanan sisa tersebut bernilai kurang lebih US$ 1 triliun (sekitar Rp 13 ribu triliun). Padahal, jumlah tersebut dapat memberi makan 2 triliun orang. Saat ini, diperkirakan ada 800 juta orang di dunia yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. |Huffington Post

back to top