Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Awas! Ini bahaya kalau kurang tidur

Awas! Ini bahaya kalau kurang tidur

Jogjakarta-KoPi| Orang-orang yang memilki durasi tidur kurang dari enam jam memiliki kemungkinan risiko diabetes, penyakit jantung dan stroke. Sebuah studi di Korea menjelaskan faktor risiko dipicu oleh sindrom metabolik. Keadaan yang dipengaruhi gula darah tinggi, kolesterol tinggi, lemak ekstra di sekitar bagian tengah tubuh, tekanan darah tinggi dan kelebihan jumlah lemak dalam darah.

Peneliti, Dr Jang Young Kim dari Universitas Yonsei di Korea Selatan menghimbau kalangan remaja untuk mewaspadai timbulnya sindrom metabolik yang dapat menyebabkan mereka menderita penyakit kronis, tulisnya melalui email.

Tim Kim telah melakukan survei terhadap 2.600 orang dewasa selama lebih dari dua tahun. Mereka menemukan peserta yang tidur kurang dari enam jam tidur setiap hari, memiliki potensi terkena sindrom metabolik sebesar 41%, dibandingkan dengan orang yang tidur enam sampai delapan jam sehari.

Penelitian ini berdasarkan pengamatan dari dua survei gaya hidup yang mencakup pertanyaan tentang kebiasaan tidur. Survei diberikan sekali antara tahun 2005- 2008. Selama penelitian diharuskan menjalani pemeriksaan medis dan berbagi riwayat kesehatan mereka.

Setelah penelitian selama 2,6 tahun dengan sampel 560 peserta menunjukan 22% peserta terindikasi mengalami sindrom metabolik.

Pasalnya durasi tidur pendek meningkatakan peningkatan risiko gula darah tinggi dan kelebihan lemak perut sebesar 30 %, serta kemungkinan 56% terkena hipertensi, dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih lama.
|foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top