Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

AWAS!! Ebola sudah sampai di AS

AWAS!! Ebola sudah sampai di AS
Dallas-KoPi- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah mengkonfirmasi kasus pertama Ebola di Amerika Serikat. Pasien tak dikenal sedang dirawat di Rumah Sakit Kesehatan Presbyterian Texas di Dallas. Pasien segera ditempatkan dalam ruang isolasi setelah teridentifikasi Ebola. 

Dokter curiga riwayat perjalanan pasien telah memainkan peran dalam penyebaran Ebola dan kemungkinan pasien terkena Ebola sebelum tiba di Amerika Serikat. Meskipun kasus kemungkinan akan menyebabkan kekhawatiran bagi masyarakat AS tentang penyebaran Ebola di negara adidaya tersebut, masyarakat dihimbau agar tetap tenang. 

Para pejabat federal AS mengatakan mereka siap mengantisipasi Ebola. Memang benar kasus ebola sebelumnya tiga misionaris dan satu teknisi medis telah terjangkit Ebola ketika bekerja di Sierra Leone dan dievakuasi ke Amerika Serikat untuk pengobatan. 

Sekarang mereka semua berhasil pulih dari penyakit mematikan itu. Pasien keempat AS yang tidak pernah disebutkan namanya juga masih dirawat di Rumah Sakit Universitas Emory di Atlanta.

Irfan Ridlowi

Sumber: worldmag.com

 

back to top