Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Awas, Diabetes Melitus menyebabkan kebutaan

Awas, Diabetes Melitus menyebabkan kebutaan

Sleman-KoPi|Pakar Endokrinologi RS Sardjito, dr.Raden Bowo Pramono mengatakan penyakit Diabetes Mellitus (DM) dapat merambah ke penyakit mata.

Raden menuturkan penyakit DM dipastikan dapat terancam mengalami kebutaan permanen akibat penyakitnya.

"Diabetes sendiri dapat menimbulkan penyakit gangguan mata, dan berpotensi dapat menyebabkan kebutaan,"ujarnya saat diwawancarai setelah mengisi talkshow di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM,Rabu(12/7).

Raden menjelaskan diabetes sendiri dapat mengganggu organ di dalam mata, khususnya di bagian belakang mata pada bagian retina. Pasien DM dapat mengalami pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah di retina tersebut.

Akibat dari penyempitan ini, aliran darah tidak bisa masuk ke retina. Darah dalam proses ini memiliki peran untuk membawa pasokan makanan yang diperlukan salah satu organ mata. Raden menambahkan hal ini dapat membuat penglihatan pasien kabur.

"Di sana ada bintik kuning, dan bintik kuning ini menbutuhkan makanan. Sehingga jika dia kekurangan makanan maka penglihatan akan menjadi kabur,"tambahnya.

Pembuluh darah ini, katanya, akan membentuk jalan pembuluh baru di mata bernama neovaskularisasi. Namun, pembuluh darah ini sangat rapuh dan mudah pecah, imbuhnya. Dan jika pembuluh darah pecah, mata pun akan mengalami pendarahan mata yang selanjutnya mengarah ke kebutaan permanen.

"Pembuluh dari ini sangat rapuh seperti bayi, batuk sedikit maka dia akan pecah dan matapun mengalami pendarahan. Pendarahan inipun menyebabkan kebutaan,"lanjut Raden.

Raden mengatakan pasien Diabetes sendiri tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dikontrol sesedini mungkin. Ia memaparkan cara mengetahui diabetes adalah dengan mengetahui gejala klinis seperti pasien sering lapar,sering haus dan sering kencing.

Tidak hanya itu, pasien yang mengalami kegemukan,pasien berusia lanjut diatas 45 tahun dan pasien yang memiliki kelainan kolesterol juga memiliki resiko terkena diabetes.

"Diabetes juga dapat diturunkan kepada anaknya,"imbuhnya.

Sementara itu, Pakar kesehatan Rs Sardjito,Prof. dr. Suhardjo menginformasikan bahwa sepertiga dari total penyakit semua komplikasi diabetes dapat menimbulkan gangguan mata. Angka ini pun terbilang cukup besar bagi penderita diabetes pada umumnya.

Ia pun menghimbau kepada pasien diabetes agar sering melakukan pengecekan mata untuk mencegah kebutaan dan deteksi dini pada penyakit mata.

"Untuk pencegahan lakukan pemeriksaan ke ahli mata 6 bulan sekali atau setahun sekali, untuk difoto retinanya apakah masih bagus atau tidak,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top