Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Austria mencetak majalah dengan darah HIV

Austria mencetak majalah dengan darah HIV

KoPi|‘Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika Anda memegang majalah ini, dan tidak ada yang perlu ditakutkan ketika Anda menyentuh seorang penderita HIV’ Kata pimpinan redaksi.

Sebuah majalah pria di Austria mencetak edisi baru mereka dengan menggunakan darah dari ODHA (orang dengan HIV AIDS) untuk melawan stigma yang sering melekat pada virus yang mengakibatkan AIDS, kata pimred majalah tersebut selasa kemarin.

“Kami ingin membuat pernyataan yangmelawan stigma dan ketakutan tak rasional [tentang]…HIV dan ODHA,” kata Julian Wiehl, pendiri dan pimpinan redaksi Majalah Vangardist.

 “Jika Anda memegang majalah ini di tangan Anda seperti hal nya Anda menyentuh ODHA. Tidak ada yang ditakutkan ketika Anda memegangnya, dan tidak ada yang perlu takutkan pula ketika Anda menyentuh ODHA.”

Vangardist biasanya diterbitkan hanya dalam bentuk digital, akan tetapi sebuah tema #HIVHeroes dalam bentuk cetak mengunakan darah yang didonorkan secara sukarela oleh tiga ODHA yang dicampur dengan tinta biasa.

Tiga ribu kopi majalah dalam dua bahasa yakni Jerman-Inggris dalam edisi spesial ini dapat dipesan melalui online seharga 50 euro per majalah, dan semua hasil penjualan ditujukan untuk amal. Sedangkan sebanyak 15,000 kopi regular masih tersedia.

Satu dari tiiga pendonor darah yakni Wiltrut Stefanek, yang didiagnosis positif HIV 20 tahun yang lalu dan membuat kelompok ODHA dari warga Wina.

“Saya ingin membuat orang mengerti bahwa ODHA tidak perlu dijauhi.” Katanya dalam sebuah kolom kutipan.| theguardian.com |Roihatul Firdaus|

back to top