Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Austria mencetak majalah dengan darah HIV

Austria mencetak majalah dengan darah HIV

KoPi|‘Tidak ada yang perlu ditakutkan ketika Anda memegang majalah ini, dan tidak ada yang perlu ditakutkan ketika Anda menyentuh seorang penderita HIV’ Kata pimpinan redaksi.

Sebuah majalah pria di Austria mencetak edisi baru mereka dengan menggunakan darah dari ODHA (orang dengan HIV AIDS) untuk melawan stigma yang sering melekat pada virus yang mengakibatkan AIDS, kata pimred majalah tersebut selasa kemarin.

“Kami ingin membuat pernyataan yangmelawan stigma dan ketakutan tak rasional [tentang]…HIV dan ODHA,” kata Julian Wiehl, pendiri dan pimpinan redaksi Majalah Vangardist.

 “Jika Anda memegang majalah ini di tangan Anda seperti hal nya Anda menyentuh ODHA. Tidak ada yang ditakutkan ketika Anda memegangnya, dan tidak ada yang perlu takutkan pula ketika Anda menyentuh ODHA.”

Vangardist biasanya diterbitkan hanya dalam bentuk digital, akan tetapi sebuah tema #HIVHeroes dalam bentuk cetak mengunakan darah yang didonorkan secara sukarela oleh tiga ODHA yang dicampur dengan tinta biasa.

Tiga ribu kopi majalah dalam dua bahasa yakni Jerman-Inggris dalam edisi spesial ini dapat dipesan melalui online seharga 50 euro per majalah, dan semua hasil penjualan ditujukan untuk amal. Sedangkan sebanyak 15,000 kopi regular masih tersedia.

Satu dari tiiga pendonor darah yakni Wiltrut Stefanek, yang didiagnosis positif HIV 20 tahun yang lalu dan membuat kelompok ODHA dari warga Wina.

“Saya ingin membuat orang mengerti bahwa ODHA tidak perlu dijauhi.” Katanya dalam sebuah kolom kutipan.| theguardian.com |Roihatul Firdaus|

back to top