Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Atlet Belanda Berlaga di Lombok

Atlet Belanda Berlaga di Lombok

Mataram-KoPi| Tak hanya atlet asal Indonesia yang turut meramaikan persaingan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Nusa Tenggara Barat Open 2015. Ada seorang atlet asal Belanda, Jeroen Paul Ham yang turut meramaikan persaingan di GOR 17 Desember, Mataram.

Di babak pertama yang digelar Senin (26/10) siang, Jeroen dipaksa bermain tiga game. Atlet tunggal taruna putra ini berhadapan dengan M Iqbal Atmayadi Saefuddin dari Warna Agung Perkasa. Sukses menang 21-13 di game pembuka, Jeroen justru terlihat terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri di game kedua. Ia pun akhirnya harus menelan kekalahan tipis 19-21.

Sementara di game penutup, atlet yang dalam 45 hari terakhir berada di tanah air ini kembali berhasil mengembalikan performanya. Ia kembali menang dengan 21-13. “Di pertandingan tadi apalagi di babak kedua saya terlalu mudah kehilangan angka, saya banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu. Tetapi hal seperti ini memang biasa terjadi di pertandingan pertama di turnamen, semoga besok saya bisa bermain lebih baik,” ujar Jeroen saat dijumpai.

badminlom

Jeroen sendiri mengaku sudah mempersiapkan diri dengan cukup baik untuk menyongsong turnamen ini. “Persiapan saya sebelum turnamen saya rasa cukup baik. Saya berlatih satu bulan di Tangkas, dan satu minggu terakhir saya berlatih di Jaya Raya Suryanaga, tetapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan mampu bersaing dengan pemain asal Indonesia. Banyak yang bagus di Indonesia,” ceritanya.

Ia pun menuturkan tak memasang target tertentu di turnamen ini. “Saya tidak memiliki target tersendiri, saya juga tidak mengecek siapa yang akan menjadi lawan saya berikutnya, yang jelas saya ingin fokus ke setiap pertandingan dan lihat sejauh mana saya bisa melaju,” pungkasnya.

Di babak kedua yang akan digelar besok (27/10), Jeroen sudah dinanti oleh Ade Reksy Dwicahyo dar Exist Jakarta. Ia melangkah ke babak kedua setelah mendapat bye di babak pertama. Persaingan di nomor tunggal taruna putra sendiri diprediksi akan sengit. Ada Vega Vio Nirwanda asal Mutiara Cardinal yang diunggulkan ditempat pertama, dan Chico Aura Dwi Wardoyo dari Exist Jakarta yang diunggulkan di tempat kedua.

back to top