Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah

Asupan Protein Hewani Indonesia Rendah
Dibanding dengan negara Asean lainnya, Indonesia masih tergolong rendah dalam asupan gizi protein hewaninya. Masih kalah dengan Vietnam, apalagi Thailand.

Yogyakarta-KoPi- Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 237.641.326 jiwa (BPS, 2010). Jumlah ini membuat Indonesia harus memiliki ketersediaan pangan yang besar. Khususnya ketersediaan protein hewani.

Menurut dosen FKH Universitas Wijaya Kusuma Surabaya drh. Rondius Solfaine, MP, mengatakan, kebutuhan protein sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia dan ayam adalah jawaban yang lebih mudah.

“Daging Ayam Broiler atau ayam kampung adalah cara mudah kita memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Karena keduanya protein yang sangat murah dibandingkan kita kalau harus beli daging kambing atau sapi”, kata Rondius.

Untuk pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai angka 60 % dibawah Vietnam dengan 80 % bahkan Thailand yang telah mencapai angka sempurna 100%. Dari rendahnya prosentase tersebut mengharuskan Indonesia mengimpor sejumlah bibit Ayam Broiler berumur sehari atau DOC (Day Old Chick) dari negara lain seperti Amerika Serikat, dan Eropa seperti Inggris.

“Masih sulit untuk mewujudkan ketahanan pangan Indonesia. Untuk sektor peternakan Ayam Broiler ini bukan hanya DOC yang kita impor tetapi juga pakan dan peralatannya”,ungkap Sutarno selaku ketua Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY.

back to top