Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

ASI, cairan kehidupan yang terlupakan

ASI, cairan kehidupan yang terlupakan
Air Susu Ibu (ASI) merupakan cinta yang sempurna, tercipta sebagai cairan kehidupan penuh manfaat yang tak akan pernah lekang oleh zaman. Sebagai pemberian Tuhan yang sempurna, ASI tak hanya sekedar menghilangkan rasa lapar pada bayi. Melalui ASI, ibu membagi kasih, menuangkan perasaan sayang dalam setiap dekapan, serta melantunkan do’a pada Tuhan untuk senantiasa menjaga bayi mungil mereka. Kesempurnaan ASI memang takkan dapat tergantikan oleh susu dari hewan apapun.

Sayangnya, pada saat ini sebagian ibu melupakan kesempurnaan ASI. Mereka lupa bahwa ASI adalah cairan hidup, mengandung protein, lemak, karbohidrat serta zat-zat yang selalu akan disesuaikan dengan kondisi bayi. Dengan melupakan ASI, mereka justru membanggakan susu formula yang dianggap lebih sempurna dan lebih praktis. Para ibu tersebut telah tergerus keyakinannya terhadap kesempurnaan Asi, dan telah termakan oleh serbuan iklan susu formula di televisi.

Mereka tidak ingat bagaimana ketika mereka kecil, mereka didekap penuh kasih, disayang sepenuh hati oleh ibu mereka. Mereka tidak tahu bagaimana susu formula justru memicu timbulnya berbagai macam alergi pada bayi, menyebabkan dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk pengobatan, membuat ibu was-was pada kesehatan bayinya.

Dr. Dini Adityarini, SpA menunjukkan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Baginya, hal tersebut bukan murni kesalahan ibu, melainkan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI untuk bayi. Kandungan ASI akan selalu disesuaikan dengan kebutuhan visiologis dari pencernaan bayi. Mengandung laktosa sebagai komposisi tertinggi ASI yang kemudian diikuti oleh lemak dan protein, ASI juga mengandung zat-zat serta sel-sel yang hidup untuk membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh seperti makrofa, netrofil, dan imunoglobin, lactoferin, lisosin, origosakarida, growth factor, dan Hsp70.

ASI adalah kasih yang suci, kesempurnaan kandungannya memberikan proteksi pada bayi. Sang bayi akan terjaga dari infeksi, diare, serta melindunginya dari penyakit pneumokokus. Berkurangnya resiko alergi, serta berkurangnya resiko kematian mendadak pada bayi adalah bukti keajaiban dari ASI. Saat bayi sakit, ASI justru akan memberikan perlindungan terhadap bayi. Bayi yang menerima ASI dari ibunya, akan lebih cepat keluar rumah sakit serta memiliki waktu pengosongan lambung dan internal feeding lebih cepat daripada bayi-bayi yang meminum susu formula.

Dalam lubuk hati para Ibu, dapat melihat bayinya tumbuh sehat dan cerdas merupakan kebahagiaan yang takkan dapat digantikan oleh apapun. Memiliki anak yang cerdas serta penuh daya imajinasi adalah dambaan dari setiap orang tua. Bayi yang diberi ASI, diketahui lebih cerdas untuk ketajaman penglihatan dan kemampuan kognitifnya. Pada usia 7-8 tahun, mereka memiliki IQ verbal lebih tinggi daripada bayi yang minum susu formula. Tidak hanya cerdas, mereka juga lebih cepat merangkak dan berjalan ketika mencapai usia 1 tahun.

Sebagai cairan yang dipenuhi nutrisi, ASI tidak hanya bermanfaat bagi bayi, Ibu yang menyusui juga memperoleh manfaat dari kemuliaan menyusui. Menghadapi angka kematian ibu setelah melahirkan yang cukup tinggi di Indonesia saat ini, memberikan inisiasi menyusui kepada ibu ternyata menurunkan resiko perdarahan setelah melahirkan yang selama ini sering menjadi penyebab kematian ibu setelah melahirkan.

ASI juga merupakan alat kontrasepsi, ibu yang sedang menyusui akan menjadi tidak subur karena adanya regulasi hormon. Manfaat proteksi terhadap penyakit, tidak hanya diperuntukkan hanya untuk bayi, dengan menyusui berarti ibu juga menghindarkan dirinya dari resiko kanker payudara dan kanker ovarium. Menurunkan osteoporosis pada masa menopause juga merupakan salah satu manfaat dari menyusui bagi ibu.

Masihkah para ibu ingin agar bayinya tumbuh dengan susu formula setelah tahu bagaimana kemuliaan ASI?

Reporter : Aditya Lesmana

 

Media

back to top