Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

KoPi| Sebuah Kajian ilmiah dari Asap Science mengungkap, penggunaan internet terutama komen-komen yang digunakan di media sosial apapun termasuk YouTube, 5.6% merupakan bentuk trolls atau komen-komen yang bersifat menghasut, kebencian dan sejenisnya.

Pada level yang lebih tinggi, para peneliti itu menyebutnya sebagai 'sisi gelap' dan merupakan bentuk psikopati, narsisme dan lebih banyak lagi berkaitan dengan sadisme, diimana banyak orang sangat menikmati bentuk kesadisan melaui gambar-gambar atau video.

Biasanya, orang cenderung untuk menghindari menyakiti orang lain, tetapi sadisme justru sebaliknya, ia menikmati perasaan sakit orang lain sembari tersenyum. Dalam sebuah studi, peneliti memberikan empat pilihan berkaitan dengan kajian perilaku ini.

Pertanyaannya adalah 'Bila Anda diberikan pilihan pekerjaan, apa yang Anda pilih?

A. Kill Bugs
B. Help an experimenter kill bugs
C. Clean dirty toilet
D. Enduring pain from ice water

Hasil studi menunjukkan pilihan terbanyak adalah Kill Bugs atau membunuh serangga. Dari pilihan ini menunjukkan bahwa pengguna internet condong kepada dorongan sadisme yang tinggi. Sama dengan sadisme, perilaku mendebat baik secara dengan argumen atau hanya debat kusir, mengumpat atau dengan kata-kata yang merusak memiliki level yang tinggi.

Salah satu ilmuwan tersebut bertanya apakah semua perilaku tersebut terbawa dari sehari-hari mereka? Tidak Mungkin. Tegasnya. Dalam kehidupan realitas mereka terpagari oleh nilai-nilai atau norma sosial, baik dalam keluarga atau masyarakat.

Namun, hal itu muncul sejak jaringan internet menjadi bentuk media komunikasi yang menawarkan kerahasiaan indentitas (animous), anti-sosial dan sementara individu dapat berhubungan sama lain tanpa tanggung jawab. Celakanya lagi, sebagian troll (pengguna internet untuk provokasi) tidak saja melakukan banyak komen yang pedas, tetapi juga menerima banyak balasan yang sama. Rata-rata pengguna ini berhasil dalam memikat yang lain.

Jadi, internet pada dasarnya merusak nilai-nilai sosial masyarakat. Jaga keluarga Anda. |Asap Science|

back to top