Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

KoPi| Sebuah Kajian ilmiah dari Asap Science mengungkap, penggunaan internet terutama komen-komen yang digunakan di media sosial apapun termasuk YouTube, 5.6% merupakan bentuk trolls atau komen-komen yang bersifat menghasut, kebencian dan sejenisnya.

Pada level yang lebih tinggi, para peneliti itu menyebutnya sebagai 'sisi gelap' dan merupakan bentuk psikopati, narsisme dan lebih banyak lagi berkaitan dengan sadisme, diimana banyak orang sangat menikmati bentuk kesadisan melaui gambar-gambar atau video.

Biasanya, orang cenderung untuk menghindari menyakiti orang lain, tetapi sadisme justru sebaliknya, ia menikmati perasaan sakit orang lain sembari tersenyum. Dalam sebuah studi, peneliti memberikan empat pilihan berkaitan dengan kajian perilaku ini.

Pertanyaannya adalah 'Bila Anda diberikan pilihan pekerjaan, apa yang Anda pilih?

A. Kill Bugs
B. Help an experimenter kill bugs
C. Clean dirty toilet
D. Enduring pain from ice water

Hasil studi menunjukkan pilihan terbanyak adalah Kill Bugs atau membunuh serangga. Dari pilihan ini menunjukkan bahwa pengguna internet condong kepada dorongan sadisme yang tinggi. Sama dengan sadisme, perilaku mendebat baik secara dengan argumen atau hanya debat kusir, mengumpat atau dengan kata-kata yang merusak memiliki level yang tinggi.

Salah satu ilmuwan tersebut bertanya apakah semua perilaku tersebut terbawa dari sehari-hari mereka? Tidak Mungkin. Tegasnya. Dalam kehidupan realitas mereka terpagari oleh nilai-nilai atau norma sosial, baik dalam keluarga atau masyarakat.

Namun, hal itu muncul sejak jaringan internet menjadi bentuk media komunikasi yang menawarkan kerahasiaan indentitas (animous), anti-sosial dan sementara individu dapat berhubungan sama lain tanpa tanggung jawab. Celakanya lagi, sebagian troll (pengguna internet untuk provokasi) tidak saja melakukan banyak komen yang pedas, tetapi juga menerima banyak balasan yang sama. Rata-rata pengguna ini berhasil dalam memikat yang lain.

Jadi, internet pada dasarnya merusak nilai-nilai sosial masyarakat. Jaga keluarga Anda. |Asap Science|

back to top