Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

KoPi| Sebuah Kajian ilmiah dari Asap Science mengungkap, penggunaan internet terutama komen-komen yang digunakan di media sosial apapun termasuk YouTube, 5.6% merupakan bentuk trolls atau komen-komen yang bersifat menghasut, kebencian dan sejenisnya.

Pada level yang lebih tinggi, para peneliti itu menyebutnya sebagai 'sisi gelap' dan merupakan bentuk psikopati, narsisme dan lebih banyak lagi berkaitan dengan sadisme, diimana banyak orang sangat menikmati bentuk kesadisan melaui gambar-gambar atau video.

Biasanya, orang cenderung untuk menghindari menyakiti orang lain, tetapi sadisme justru sebaliknya, ia menikmati perasaan sakit orang lain sembari tersenyum. Dalam sebuah studi, peneliti memberikan empat pilihan berkaitan dengan kajian perilaku ini.

Pertanyaannya adalah 'Bila Anda diberikan pilihan pekerjaan, apa yang Anda pilih?

A. Kill Bugs
B. Help an experimenter kill bugs
C. Clean dirty toilet
D. Enduring pain from ice water

Hasil studi menunjukkan pilihan terbanyak adalah Kill Bugs atau membunuh serangga. Dari pilihan ini menunjukkan bahwa pengguna internet condong kepada dorongan sadisme yang tinggi. Sama dengan sadisme, perilaku mendebat baik secara dengan argumen atau hanya debat kusir, mengumpat atau dengan kata-kata yang merusak memiliki level yang tinggi.

Salah satu ilmuwan tersebut bertanya apakah semua perilaku tersebut terbawa dari sehari-hari mereka? Tidak Mungkin. Tegasnya. Dalam kehidupan realitas mereka terpagari oleh nilai-nilai atau norma sosial, baik dalam keluarga atau masyarakat.

Namun, hal itu muncul sejak jaringan internet menjadi bentuk media komunikasi yang menawarkan kerahasiaan indentitas (animous), anti-sosial dan sementara individu dapat berhubungan sama lain tanpa tanggung jawab. Celakanya lagi, sebagian troll (pengguna internet untuk provokasi) tidak saja melakukan banyak komen yang pedas, tetapi juga menerima banyak balasan yang sama. Rata-rata pengguna ini berhasil dalam memikat yang lain.

Jadi, internet pada dasarnya merusak nilai-nilai sosial masyarakat. Jaga keluarga Anda. |Asap Science|

back to top