Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

Asap Science: Internet melahirkan para psikopati, narsisme, dan sadisme

KoPi| Sebuah Kajian ilmiah dari Asap Science mengungkap, penggunaan internet terutama komen-komen yang digunakan di media sosial apapun termasuk YouTube, 5.6% merupakan bentuk trolls atau komen-komen yang bersifat menghasut, kebencian dan sejenisnya.

Pada level yang lebih tinggi, para peneliti itu menyebutnya sebagai 'sisi gelap' dan merupakan bentuk psikopati, narsisme dan lebih banyak lagi berkaitan dengan sadisme, diimana banyak orang sangat menikmati bentuk kesadisan melaui gambar-gambar atau video.

Biasanya, orang cenderung untuk menghindari menyakiti orang lain, tetapi sadisme justru sebaliknya, ia menikmati perasaan sakit orang lain sembari tersenyum. Dalam sebuah studi, peneliti memberikan empat pilihan berkaitan dengan kajian perilaku ini.

Pertanyaannya adalah 'Bila Anda diberikan pilihan pekerjaan, apa yang Anda pilih?

A. Kill Bugs
B. Help an experimenter kill bugs
C. Clean dirty toilet
D. Enduring pain from ice water

Hasil studi menunjukkan pilihan terbanyak adalah Kill Bugs atau membunuh serangga. Dari pilihan ini menunjukkan bahwa pengguna internet condong kepada dorongan sadisme yang tinggi. Sama dengan sadisme, perilaku mendebat baik secara dengan argumen atau hanya debat kusir, mengumpat atau dengan kata-kata yang merusak memiliki level yang tinggi.

Salah satu ilmuwan tersebut bertanya apakah semua perilaku tersebut terbawa dari sehari-hari mereka? Tidak Mungkin. Tegasnya. Dalam kehidupan realitas mereka terpagari oleh nilai-nilai atau norma sosial, baik dalam keluarga atau masyarakat.

Namun, hal itu muncul sejak jaringan internet menjadi bentuk media komunikasi yang menawarkan kerahasiaan indentitas (animous), anti-sosial dan sementara individu dapat berhubungan sama lain tanpa tanggung jawab. Celakanya lagi, sebagian troll (pengguna internet untuk provokasi) tidak saja melakukan banyak komen yang pedas, tetapi juga menerima banyak balasan yang sama. Rata-rata pengguna ini berhasil dalam memikat yang lain.

Jadi, internet pada dasarnya merusak nilai-nilai sosial masyarakat. Jaga keluarga Anda. |Asap Science|

back to top