Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Asal Usul Angin

Asal Usul Angin

KoPi| Angin terjadi karena perbedaan tekanan udara dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya di permukaan bumi. Udara yang secara alami bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan yang rendah dinamakan angin.

Secara umum, kita bisa mengatakan penyebab angin ialah ketidakseimbangan panas karena matahari pada permukaan bumi. Permukaan bumi terdiri dari tanah dan air yang berbeda di masing-masing tempat, dan permukaan bumi yang berbeda-beda ini akan menyerap dan memantulkan sinar matahari secara berbeda pula. Udara yang panas akan menghasilkan tekanan yang lebih rendah pada permukaan bumi, karena udara tersebut tidak menekan permukaan bumi, sedangkan udara yang lebih dingin akan menghasilkan tekanan yang lebih tinggi.

Tapi, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi arah angin. Sebagai contoh, bumi yang berputar, maka udara di Northern Hemishphire akan dibelokkan ke kanan sebagaimana fenomena ini disebut dengan Coriolis. Hal ini akan menyebabkan udara, atau angin, mengikuti arah jarum jam (pada sistem tekanan udara-tinggi) dan melawan arah jarum jam (pada sistem tekanan udara-rendah).

Semakin dekat sistem tekanan udara tinggi dan rendah bersama-sama, semakin kuat pula “tingkat tekanan,” dan akan semakin kuat pula anginnya. Tumbuh-tumbuhan juga punya peranan penting bagaimana sinar matahari dipantulkan atau diserap oleh permukaan bumi. Kemudian, salju memantulkan radiasi yang banyak ke angkasa. Sebagaimana udara menjadi dingin, udara juga menjadi menurun dan menyebabkan tekanan menjadi naik.

Bahkan, angin bisa menjadi lebih kompleks. Beberapa bagian di bumi, yang dekat dengan equator, akan mendapatkan sinar matahari secara langsung sepanjang tahun, sehingga iklimnya menjadi lebih panas secara konsisten. Kemudian di beberapa bagian lainnya, yang berada di daerah dekat kutub, akan menerima sinar matahari secara tidak langsung, hingga iklimnya akan menjadi lebih dingin.

Ketika udara panas dari daerah tropis naik, udara yang lebih dingin akan pindah ke tempat udara yang naik menjadi lebih panas. Pergerakan ini akan menyebabkan angin bertiup. Ini merupakan pergerakan yang dinamis, mekanisme yang kompleks, yang mana peramalan cuaca kadang menjadi tidak tepat.

Zaman sekarang, kita bisa melihat kincir angin yang bisa digunakan sebagai tenaga listrik, di beberapa bagian di Amerika Serikat, tepatnya di sepanjang pesisir pantai. Daerah pesisir pantai cenderung terjadi angin yang bertiup dari laut ke daratan waktu siang dan daratan ke laut ketika malam hari. Fenomena ini menyebabkan di daratan lebih cepat panas dan dingin dari pada di laut. |Foxnews|Fahrurrazi

 

 

 

back to top