Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Arab Saudi siap berperang di Suriah

Al-Jazeera Al-Jazeera

KoPi| Arab Saudi siap menerjunkan pasukan daratnya ke Suriah jika koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat menyetujui tawaran tersebut.Sama seperi Rusia dan negara-negara Barat, ISIS menjadi alasan bagi militer Saudi untuk masuk ke Suriah.

Sebelumnya Arab Saudi telah melakukan serangan udara terhadap ISIS sejak dimulainya koalisi pada bulan September 2014.Namun banyak pihak di Suriah yang mengkritik keterlibatan Saudi dengan koalisi "sekuler", karena selain ISIS, koalisi juga sempat menyasar pejuang Ahrar Syam (musuh ISIS).

"Hari ini, Kerajaan Saudi menyatakan kesiapannya menerjunkan pasukan darat bersama koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS, karena kami sekarang telah memiliki pengalaman di Yaman", kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri pada Al-Jazeera.

"Kami tahu bahwa serangan udara tidaklah cukup (untuk mengalahkan ISIS) dan dibutuhkan serangan darat. Kita harus menggabungkan keduanya sehingga memperoleh hasil lebih baik lagi di lapangan", jelasnya.

Namun Asseri tidak merinci berapa banyak tentara Saudi yang akan dikirim untuk melawan ISIS.

Tawaran Saudi akan dibahas ketika pertemuan para menteri pertahanan dari negara-negara koalisi di Brussels, Belgia, pekan depan.

Lawrence Korb, mantan pejabat di kementerian pertahanan Amerika Serikat, mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah telah mempersenjatai dan menyokong suplai bagi pejuang oposisi Suriah dalam lima tahun perang, sehingga keterlibatan mereka langsung di lapangan akan menjadi langkah besar baru.

Menurut Korb, hal ini juga mungkin juga menjadi sinyal untuk Rusia (pendukung Assad) agar kembali ke perundingan damai Jenewa yang telah buntu kemarin.

"Fakta bahwa Anda akan mendapati pasukan Saudi berada di pertempuran bersama pasukan pemberontak yang melawan rezim (Assad) adalah peningkatan eskalasi (konflik) yang sangat signifikan, dan semoga akan membawa Rusia ke perundingan damai tersebut, daripada mereka berpikir untuk mendirikan negara miniatur Nushairy/Alawite di Suriah", jelas Korb pada Al-Jazeera.

Sementara menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, menyambut baik tawaran Saudi untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Suriah. |Al-Jazeera|

back to top