Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Arab Saudi siap berperang di Suriah

Al-Jazeera Al-Jazeera

KoPi| Arab Saudi siap menerjunkan pasukan daratnya ke Suriah jika koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat menyetujui tawaran tersebut.Sama seperi Rusia dan negara-negara Barat, ISIS menjadi alasan bagi militer Saudi untuk masuk ke Suriah.

Sebelumnya Arab Saudi telah melakukan serangan udara terhadap ISIS sejak dimulainya koalisi pada bulan September 2014.Namun banyak pihak di Suriah yang mengkritik keterlibatan Saudi dengan koalisi "sekuler", karena selain ISIS, koalisi juga sempat menyasar pejuang Ahrar Syam (musuh ISIS).

"Hari ini, Kerajaan Saudi menyatakan kesiapannya menerjunkan pasukan darat bersama koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS, karena kami sekarang telah memiliki pengalaman di Yaman", kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri pada Al-Jazeera.

"Kami tahu bahwa serangan udara tidaklah cukup (untuk mengalahkan ISIS) dan dibutuhkan serangan darat. Kita harus menggabungkan keduanya sehingga memperoleh hasil lebih baik lagi di lapangan", jelasnya.

Namun Asseri tidak merinci berapa banyak tentara Saudi yang akan dikirim untuk melawan ISIS.

Tawaran Saudi akan dibahas ketika pertemuan para menteri pertahanan dari negara-negara koalisi di Brussels, Belgia, pekan depan.

Lawrence Korb, mantan pejabat di kementerian pertahanan Amerika Serikat, mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah telah mempersenjatai dan menyokong suplai bagi pejuang oposisi Suriah dalam lima tahun perang, sehingga keterlibatan mereka langsung di lapangan akan menjadi langkah besar baru.

Menurut Korb, hal ini juga mungkin juga menjadi sinyal untuk Rusia (pendukung Assad) agar kembali ke perundingan damai Jenewa yang telah buntu kemarin.

"Fakta bahwa Anda akan mendapati pasukan Saudi berada di pertempuran bersama pasukan pemberontak yang melawan rezim (Assad) adalah peningkatan eskalasi (konflik) yang sangat signifikan, dan semoga akan membawa Rusia ke perundingan damai tersebut, daripada mereka berpikir untuk mendirikan negara miniatur Nushairy/Alawite di Suriah", jelas Korb pada Al-Jazeera.

Sementara menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, menyambut baik tawaran Saudi untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Suriah. |Al-Jazeera|

back to top