Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Arab Saudi siap berperang di Suriah

Al-Jazeera Al-Jazeera

KoPi| Arab Saudi siap menerjunkan pasukan daratnya ke Suriah jika koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat menyetujui tawaran tersebut.Sama seperi Rusia dan negara-negara Barat, ISIS menjadi alasan bagi militer Saudi untuk masuk ke Suriah.

Sebelumnya Arab Saudi telah melakukan serangan udara terhadap ISIS sejak dimulainya koalisi pada bulan September 2014.Namun banyak pihak di Suriah yang mengkritik keterlibatan Saudi dengan koalisi "sekuler", karena selain ISIS, koalisi juga sempat menyasar pejuang Ahrar Syam (musuh ISIS).

"Hari ini, Kerajaan Saudi menyatakan kesiapannya menerjunkan pasukan darat bersama koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS, karena kami sekarang telah memiliki pengalaman di Yaman", kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri pada Al-Jazeera.

"Kami tahu bahwa serangan udara tidaklah cukup (untuk mengalahkan ISIS) dan dibutuhkan serangan darat. Kita harus menggabungkan keduanya sehingga memperoleh hasil lebih baik lagi di lapangan", jelasnya.

Namun Asseri tidak merinci berapa banyak tentara Saudi yang akan dikirim untuk melawan ISIS.

Tawaran Saudi akan dibahas ketika pertemuan para menteri pertahanan dari negara-negara koalisi di Brussels, Belgia, pekan depan.

Lawrence Korb, mantan pejabat di kementerian pertahanan Amerika Serikat, mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah telah mempersenjatai dan menyokong suplai bagi pejuang oposisi Suriah dalam lima tahun perang, sehingga keterlibatan mereka langsung di lapangan akan menjadi langkah besar baru.

Menurut Korb, hal ini juga mungkin juga menjadi sinyal untuk Rusia (pendukung Assad) agar kembali ke perundingan damai Jenewa yang telah buntu kemarin.

"Fakta bahwa Anda akan mendapati pasukan Saudi berada di pertempuran bersama pasukan pemberontak yang melawan rezim (Assad) adalah peningkatan eskalasi (konflik) yang sangat signifikan, dan semoga akan membawa Rusia ke perundingan damai tersebut, daripada mereka berpikir untuk mendirikan negara miniatur Nushairy/Alawite di Suriah", jelas Korb pada Al-Jazeera.

Sementara menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, menyambut baik tawaran Saudi untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Suriah. |Al-Jazeera|

back to top