Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Arab Saudi siap berperang di Suriah

Al-Jazeera Al-Jazeera

KoPi| Arab Saudi siap menerjunkan pasukan daratnya ke Suriah jika koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat menyetujui tawaran tersebut.Sama seperi Rusia dan negara-negara Barat, ISIS menjadi alasan bagi militer Saudi untuk masuk ke Suriah.

Sebelumnya Arab Saudi telah melakukan serangan udara terhadap ISIS sejak dimulainya koalisi pada bulan September 2014.Namun banyak pihak di Suriah yang mengkritik keterlibatan Saudi dengan koalisi "sekuler", karena selain ISIS, koalisi juga sempat menyasar pejuang Ahrar Syam (musuh ISIS).

"Hari ini, Kerajaan Saudi menyatakan kesiapannya menerjunkan pasukan darat bersama koalisi pimpinan AS untuk melawan ISIS, karena kami sekarang telah memiliki pengalaman di Yaman", kata Brigadir Jenderal Ahmed Asseri pada Al-Jazeera.

"Kami tahu bahwa serangan udara tidaklah cukup (untuk mengalahkan ISIS) dan dibutuhkan serangan darat. Kita harus menggabungkan keduanya sehingga memperoleh hasil lebih baik lagi di lapangan", jelasnya.

Namun Asseri tidak merinci berapa banyak tentara Saudi yang akan dikirim untuk melawan ISIS.

Tawaran Saudi akan dibahas ketika pertemuan para menteri pertahanan dari negara-negara koalisi di Brussels, Belgia, pekan depan.

Lawrence Korb, mantan pejabat di kementerian pertahanan Amerika Serikat, mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah telah mempersenjatai dan menyokong suplai bagi pejuang oposisi Suriah dalam lima tahun perang, sehingga keterlibatan mereka langsung di lapangan akan menjadi langkah besar baru.

Menurut Korb, hal ini juga mungkin juga menjadi sinyal untuk Rusia (pendukung Assad) agar kembali ke perundingan damai Jenewa yang telah buntu kemarin.

"Fakta bahwa Anda akan mendapati pasukan Saudi berada di pertempuran bersama pasukan pemberontak yang melawan rezim (Assad) adalah peningkatan eskalasi (konflik) yang sangat signifikan, dan semoga akan membawa Rusia ke perundingan damai tersebut, daripada mereka berpikir untuk mendirikan negara miniatur Nushairy/Alawite di Suriah", jelas Korb pada Al-Jazeera.

Sementara menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, menyambut baik tawaran Saudi untuk berpartisipasi dalam operasi darat di Suriah. |Al-Jazeera|

back to top