Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa upaya Rusia membantu kekuasaan Basyar al-Assad tidak akan berakhir dengan keberhasilan terus mempertahankan rezim tersebut.
 
Berbicara dalam konferensi pers di ibukota Riyadh hari Minggu (14/2), al-Jubeir juga menyebut bantuan untuk melanggengkan kekuasaan Assad sebelumnya, seperti oleh Iran, pun telah gagal.
 
"Sekarang, (Assad) telah meminta bantuan Rusia yang (juga) akan gagal menyelamatkannya", kata al-Jubeir.
 
Al-Jubeir mendesak Rusia agar berhenti melakukan pengeboman terhadap para pejuang oposisi moderat di Suriah. Dimana intensitas serangan Rusia lebih banyak menyerang wilayah oposisi moderat, di posisi pertempuran langsung dengan pasukan Basyar al-Assad.
 
Menurut al-Jubeir, tak mungkin seorang "penjahat yang telah membunuhi ratusan ribu orang" tetap dibiarkan dalam kekuasaannya. Ia menyebut kejatuhan rezim Assad akan terjadi cepat atau lambat.
 
Arab Saudi mendesak agar serangan udara rusia terhadap warga tak bersalah segera dihentikan dan mulai memberikan bantuan kemanusiaan ke seluruh Suriah, serta kemudian memulai proses transisi politik untuk Suriah baru tanpa rezim Basyar al-Assad.
 
Basyar al-Assad sendiri dalam wawancara pada hari Kamis (11/2), sesumbar ingin tetap berperang hingga rezimnya kembali mengambil alih kontrol seluruh wilayah Suriah. Ia juga ingin mengepung wilayah oposisi dengan cara memutus jalur suplai.
 
Kehadiran Saudi dan Turki di Suriah
Arab Saudi, pada hari Sabtu (13/2), telah mengonfirmasikan pengiriman beberapa pesawat tempur ke wilayah ke Turki, di pangkalan udara Incirlik  untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
 
Turki, Arab Saudi dan beberapa negara Arab telah siap bersedia untuk menerjunkan pasukan daratnya dalam melawan terorisme di Suriah.
 
"Kami akan mencoba memberikan (bantuan) kesempatan dan kekuatan pada... Arab Sunni di Suriah yang ingin merebut kembali wilayah mereka dari ISIS, terutama Raqqah", kata Carter seperti dilansir Reuters.
 
Sementara militer Turki dalam 2 hari berturut-turut telah menggempur wilayah utara Suriah yang dikuasai oleh milisi Kurdi, YPG. Meski kelompok ini merupakan sekutu Amerika dalam memerangi ISIS, namun Ankara yakin YPG adalah kepanjangan tangan dari kelompok teroris PKK yang berulang kali menyerang Turki.
 
Sebagian besar garis perbatasan Turki dan Suriah memang dikontrol oleh milisi Kurdi sehingga kurang menguntungkan bagi oposisi Suriah yang didominasi pejuang Arab-Suriah.
 
Milisi Kurdi juga dituduh "bermain mata" dengan rezim Assad, dengan ikut menyerang oposisi. Khususnya di sekitar kota Azaz, Aleppo utara, jalur suplai yang kini telah terputus dari wilayah utama provinsi.
back to top