Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa upaya Rusia membantu kekuasaan Basyar al-Assad tidak akan berakhir dengan keberhasilan terus mempertahankan rezim tersebut.
 
Berbicara dalam konferensi pers di ibukota Riyadh hari Minggu (14/2), al-Jubeir juga menyebut bantuan untuk melanggengkan kekuasaan Assad sebelumnya, seperti oleh Iran, pun telah gagal.
 
"Sekarang, (Assad) telah meminta bantuan Rusia yang (juga) akan gagal menyelamatkannya", kata al-Jubeir.
 
Al-Jubeir mendesak Rusia agar berhenti melakukan pengeboman terhadap para pejuang oposisi moderat di Suriah. Dimana intensitas serangan Rusia lebih banyak menyerang wilayah oposisi moderat, di posisi pertempuran langsung dengan pasukan Basyar al-Assad.
 
Menurut al-Jubeir, tak mungkin seorang "penjahat yang telah membunuhi ratusan ribu orang" tetap dibiarkan dalam kekuasaannya. Ia menyebut kejatuhan rezim Assad akan terjadi cepat atau lambat.
 
Arab Saudi mendesak agar serangan udara rusia terhadap warga tak bersalah segera dihentikan dan mulai memberikan bantuan kemanusiaan ke seluruh Suriah, serta kemudian memulai proses transisi politik untuk Suriah baru tanpa rezim Basyar al-Assad.
 
Basyar al-Assad sendiri dalam wawancara pada hari Kamis (11/2), sesumbar ingin tetap berperang hingga rezimnya kembali mengambil alih kontrol seluruh wilayah Suriah. Ia juga ingin mengepung wilayah oposisi dengan cara memutus jalur suplai.
 
Kehadiran Saudi dan Turki di Suriah
Arab Saudi, pada hari Sabtu (13/2), telah mengonfirmasikan pengiriman beberapa pesawat tempur ke wilayah ke Turki, di pangkalan udara Incirlik  untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
 
Turki, Arab Saudi dan beberapa negara Arab telah siap bersedia untuk menerjunkan pasukan daratnya dalam melawan terorisme di Suriah.
 
"Kami akan mencoba memberikan (bantuan) kesempatan dan kekuatan pada... Arab Sunni di Suriah yang ingin merebut kembali wilayah mereka dari ISIS, terutama Raqqah", kata Carter seperti dilansir Reuters.
 
Sementara militer Turki dalam 2 hari berturut-turut telah menggempur wilayah utara Suriah yang dikuasai oleh milisi Kurdi, YPG. Meski kelompok ini merupakan sekutu Amerika dalam memerangi ISIS, namun Ankara yakin YPG adalah kepanjangan tangan dari kelompok teroris PKK yang berulang kali menyerang Turki.
 
Sebagian besar garis perbatasan Turki dan Suriah memang dikontrol oleh milisi Kurdi sehingga kurang menguntungkan bagi oposisi Suriah yang didominasi pejuang Arab-Suriah.
 
Milisi Kurdi juga dituduh "bermain mata" dengan rezim Assad, dengan ikut menyerang oposisi. Khususnya di sekitar kota Azaz, Aleppo utara, jalur suplai yang kini telah terputus dari wilayah utama provinsi.
back to top