Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad

Arab Saudi sebut Rusia tak akan sanggup terus pertahankan Assad
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan bahwa upaya Rusia membantu kekuasaan Basyar al-Assad tidak akan berakhir dengan keberhasilan terus mempertahankan rezim tersebut.
 
Berbicara dalam konferensi pers di ibukota Riyadh hari Minggu (14/2), al-Jubeir juga menyebut bantuan untuk melanggengkan kekuasaan Assad sebelumnya, seperti oleh Iran, pun telah gagal.
 
"Sekarang, (Assad) telah meminta bantuan Rusia yang (juga) akan gagal menyelamatkannya", kata al-Jubeir.
 
Al-Jubeir mendesak Rusia agar berhenti melakukan pengeboman terhadap para pejuang oposisi moderat di Suriah. Dimana intensitas serangan Rusia lebih banyak menyerang wilayah oposisi moderat, di posisi pertempuran langsung dengan pasukan Basyar al-Assad.
 
Menurut al-Jubeir, tak mungkin seorang "penjahat yang telah membunuhi ratusan ribu orang" tetap dibiarkan dalam kekuasaannya. Ia menyebut kejatuhan rezim Assad akan terjadi cepat atau lambat.
 
Arab Saudi mendesak agar serangan udara rusia terhadap warga tak bersalah segera dihentikan dan mulai memberikan bantuan kemanusiaan ke seluruh Suriah, serta kemudian memulai proses transisi politik untuk Suriah baru tanpa rezim Basyar al-Assad.
 
Basyar al-Assad sendiri dalam wawancara pada hari Kamis (11/2), sesumbar ingin tetap berperang hingga rezimnya kembali mengambil alih kontrol seluruh wilayah Suriah. Ia juga ingin mengepung wilayah oposisi dengan cara memutus jalur suplai.
 
Kehadiran Saudi dan Turki di Suriah
Arab Saudi, pada hari Sabtu (13/2), telah mengonfirmasikan pengiriman beberapa pesawat tempur ke wilayah ke Turki, di pangkalan udara Incirlik  untuk memerangi kelompok teroris ISIS.
 
Turki, Arab Saudi dan beberapa negara Arab telah siap bersedia untuk menerjunkan pasukan daratnya dalam melawan terorisme di Suriah.
 
"Kami akan mencoba memberikan (bantuan) kesempatan dan kekuatan pada... Arab Sunni di Suriah yang ingin merebut kembali wilayah mereka dari ISIS, terutama Raqqah", kata Carter seperti dilansir Reuters.
 
Sementara militer Turki dalam 2 hari berturut-turut telah menggempur wilayah utara Suriah yang dikuasai oleh milisi Kurdi, YPG. Meski kelompok ini merupakan sekutu Amerika dalam memerangi ISIS, namun Ankara yakin YPG adalah kepanjangan tangan dari kelompok teroris PKK yang berulang kali menyerang Turki.
 
Sebagian besar garis perbatasan Turki dan Suriah memang dikontrol oleh milisi Kurdi sehingga kurang menguntungkan bagi oposisi Suriah yang didominasi pejuang Arab-Suriah.
 
Milisi Kurdi juga dituduh "bermain mata" dengan rezim Assad, dengan ikut menyerang oposisi. Khususnya di sekitar kota Azaz, Aleppo utara, jalur suplai yang kini telah terputus dari wilayah utama provinsi.
back to top