Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Apa yang terjadi jika bumi datar? Ini jawabnya!

Apa yang terjadi jika bumi datar? Ini jawabnya!
KoPi. Semua orang sudah tahu bahwa bumi itu bulat. Anggapan kuno bahwa bumi merupakan bidang datar sudah dipatahkan oleh ilmuwan seperti Pythagoras dan Galileo. Kemajuan teknologi dan teknologi citra satelit juga mengungkapkan bahwa bumi memang bulat.
 

Namun, ada juga yang masih beranggapan bahwa bumi sebenarnya datar. Kira-kira apakah yang akan terjadi jika bumi betul-betul datar? Benarkah kita akan jatuh jika kita terlalu dekat dengan ujung dunia? Secara mengejutkan, sebuah channel edukasi di Youtube mengungkapkan apa yang terjadi jika bumi ternyata datar.

Michale Stevens, host dalam channel video Vsauce mengungkapkan sebuah simulasi yang menggambarkan apa yang terjadi jika bum datar dan seseorang mendekati ujung dunia. Menurutnya, jika bumi merupakan bidang datar, bentuk yang tepat adalah berbentuk lempengan bundar seperti piring.

“Jika bumi berbentuk seperti piring, dengan ketebalan yang tepat kehidupan di bagian tengah bumi berjalan normal. Tapi jika kita mendekati pinggir bumi, semakin lama gravitasi bumi akan semakin kuat dan menarik kita ke bagian tengah bumi,” ungkap Stevens.

Meskipun bumi berbentuk seperti lempengan piring, semakin dekat dengan pinggir, gravitasi akan semakin kuat secara diagonal. Jika seseorang berusaha mencapai ujung dunia, ia seperti berusaha mendaki lereng yang makin lama makin curam.

“Ketika kita semakin dekat dengan ujung, keadaan jadi semakin menyeramkan. Dengan bentuk yang datar dan gravitasi yang semakin besar di pinggir kita akan jatuh menggelinding kembali ke tengah,” kata Stevens dalam video tersebut.

Simulasi bumi datar oleh Vsauce

Namun ketika seseorang sudah mencapai pinggir bumi, ia bisa merasa lebih tenang, karena ujung dunia lebih datar. Video tersebut menggambarkan bagaimana seseorang di ujung dunia tidak akan jatuh. Justru, karena kekuatan gravitasi, ia akan tetap menempel di tanah yang datar yang ada di pinggir “piring”.

Stevens mengatakan, secara teori planet sebesar bumi jika memiliki bentuk datar seperti lempengan piring (jika memang ada) akan secara alami kembali ke bentuk bulat karena kekuatan gravitasinya sendiri. Hal itu juga menjelaskan mengapa benda-benda raksasa yang ada di luar angkasa berbentuk bulat.

Hingga saat ini masih ada beberapa kelompok yang meyakini bahwa bumi merupakan bidang datar. Salah satunya adalah organisasi International Flat Earth Society yang didirikan oleh Samuel Shenton pada tahun 1956. Organisasi ini tetap aktif hingga sekarang dan meyakini bahwa Kutub Utara merupakan pusat dunia dan ujung dunia dikelilingi oleh dinding es tebal. Mereka menuduh PBB mengetahui fakta bahwa bumi datar karena menggunakan peta bumi datar sebagai lambang.

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=VNqNnUJVcVs

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top