Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Apa yang terjadi jika bumi datar? Ini jawabnya!

Apa yang terjadi jika bumi datar? Ini jawabnya!
KoPi. Semua orang sudah tahu bahwa bumi itu bulat. Anggapan kuno bahwa bumi merupakan bidang datar sudah dipatahkan oleh ilmuwan seperti Pythagoras dan Galileo. Kemajuan teknologi dan teknologi citra satelit juga mengungkapkan bahwa bumi memang bulat.
 

Namun, ada juga yang masih beranggapan bahwa bumi sebenarnya datar. Kira-kira apakah yang akan terjadi jika bumi betul-betul datar? Benarkah kita akan jatuh jika kita terlalu dekat dengan ujung dunia? Secara mengejutkan, sebuah channel edukasi di Youtube mengungkapkan apa yang terjadi jika bumi ternyata datar.

Michale Stevens, host dalam channel video Vsauce mengungkapkan sebuah simulasi yang menggambarkan apa yang terjadi jika bum datar dan seseorang mendekati ujung dunia. Menurutnya, jika bumi merupakan bidang datar, bentuk yang tepat adalah berbentuk lempengan bundar seperti piring.

“Jika bumi berbentuk seperti piring, dengan ketebalan yang tepat kehidupan di bagian tengah bumi berjalan normal. Tapi jika kita mendekati pinggir bumi, semakin lama gravitasi bumi akan semakin kuat dan menarik kita ke bagian tengah bumi,” ungkap Stevens.

Meskipun bumi berbentuk seperti lempengan piring, semakin dekat dengan pinggir, gravitasi akan semakin kuat secara diagonal. Jika seseorang berusaha mencapai ujung dunia, ia seperti berusaha mendaki lereng yang makin lama makin curam.

“Ketika kita semakin dekat dengan ujung, keadaan jadi semakin menyeramkan. Dengan bentuk yang datar dan gravitasi yang semakin besar di pinggir kita akan jatuh menggelinding kembali ke tengah,” kata Stevens dalam video tersebut.

Simulasi bumi datar oleh Vsauce

Namun ketika seseorang sudah mencapai pinggir bumi, ia bisa merasa lebih tenang, karena ujung dunia lebih datar. Video tersebut menggambarkan bagaimana seseorang di ujung dunia tidak akan jatuh. Justru, karena kekuatan gravitasi, ia akan tetap menempel di tanah yang datar yang ada di pinggir “piring”.

Stevens mengatakan, secara teori planet sebesar bumi jika memiliki bentuk datar seperti lempengan piring (jika memang ada) akan secara alami kembali ke bentuk bulat karena kekuatan gravitasinya sendiri. Hal itu juga menjelaskan mengapa benda-benda raksasa yang ada di luar angkasa berbentuk bulat.

Hingga saat ini masih ada beberapa kelompok yang meyakini bahwa bumi merupakan bidang datar. Salah satunya adalah organisasi International Flat Earth Society yang didirikan oleh Samuel Shenton pada tahun 1956. Organisasi ini tetap aktif hingga sekarang dan meyakini bahwa Kutub Utara merupakan pusat dunia dan ujung dunia dikelilingi oleh dinding es tebal. Mereka menuduh PBB mengetahui fakta bahwa bumi datar karena menggunakan peta bumi datar sebagai lambang.

Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=VNqNnUJVcVs

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

back to top