Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Apa itu Testosteron?

Apa itu Testosteron?

Inggris-KoPi- Testosteron adalah hormon yang di asosiasikan mengarah pada laki-laki dan merupakan raja dari sistem reproduksi spesies laki-laki, baik secara fisik maupun mental. Hormon yang bertanggung jawab dalam pendalaman suara, pertumbuhan rambut wajah pada masa pubertas, pengembangan otot, dan kinerja seksual. 

Pada seorang pria, testis adalah produsen utama hormon. Kerajaan Testosteron ini tidak terbatas untuk laki-laki, sebaliknya ovarium dan kelenjar adrenal perempuan memproduksi jumlah testosteron relatif sedikit. Produksi testosteron yang rendah dapat mempengaruhi libido dari kedua jenis kelamin, tetapi jauh lebih umum untuk laki-laki. Perubahan suasana hati, kehilangan otot, dan kelelahan hanyalah beberapa efek tanda testosteron pria rendah. 

Kadar testosteron umumnya cenderung alami mulai berkurang ketika seorang pria mencapai usia 30 atau 40 tahun dan penurunan hormon terjadi sekitar dua persen setiap tahunnya. Faktor usia mungkin menjadi alasan utama berkurangnya hormon testosteron, tetapi bukan berarti  hanya kelompok usia tua saja yang mengalami peristiwa tersebut. Fakta membuktikan beberapa anak laki-laki di awal usia dua puluhan sudah ada yang mulai kehilangan hormon testosteron. 

Ada berbagai gejala yang bisa menjadi acuan produktivitas testosteron berkurang. Kaum pria umumnya menduga masalah ereksi dan kurangnya gairah seks adalah gejala testosterone rendah. Itu benar, tetapi tidak hanya itu saja, gejala lainnya dapat dikaitkan dengan lekas marah, mood rendah, peningkatan kadar lemak, kurangnya motivasi dan energi, dan kehilangan kekuatan dan massa otot. 

Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang juga bisa mengurangi kadar testosteron pria. Secara keseluruhan, hormon testosteron memiliki peran penting bagi  tubuh kita. Sangat penting untuk menjaga regulator tubuh agar produktivitas testosteron stabil. Mengkonsumsi makanan sehat dan gaya hidup yang sehat sangat berguna untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

back to top