Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Apa itu Testosteron?

Apa itu Testosteron?

Inggris-KoPi- Testosteron adalah hormon yang di asosiasikan mengarah pada laki-laki dan merupakan raja dari sistem reproduksi spesies laki-laki, baik secara fisik maupun mental. Hormon yang bertanggung jawab dalam pendalaman suara, pertumbuhan rambut wajah pada masa pubertas, pengembangan otot, dan kinerja seksual. 

Pada seorang pria, testis adalah produsen utama hormon. Kerajaan Testosteron ini tidak terbatas untuk laki-laki, sebaliknya ovarium dan kelenjar adrenal perempuan memproduksi jumlah testosteron relatif sedikit. Produksi testosteron yang rendah dapat mempengaruhi libido dari kedua jenis kelamin, tetapi jauh lebih umum untuk laki-laki. Perubahan suasana hati, kehilangan otot, dan kelelahan hanyalah beberapa efek tanda testosteron pria rendah. 

Kadar testosteron umumnya cenderung alami mulai berkurang ketika seorang pria mencapai usia 30 atau 40 tahun dan penurunan hormon terjadi sekitar dua persen setiap tahunnya. Faktor usia mungkin menjadi alasan utama berkurangnya hormon testosteron, tetapi bukan berarti  hanya kelompok usia tua saja yang mengalami peristiwa tersebut. Fakta membuktikan beberapa anak laki-laki di awal usia dua puluhan sudah ada yang mulai kehilangan hormon testosteron. 

Ada berbagai gejala yang bisa menjadi acuan produktivitas testosteron berkurang. Kaum pria umumnya menduga masalah ereksi dan kurangnya gairah seks adalah gejala testosterone rendah. Itu benar, tetapi tidak hanya itu saja, gejala lainnya dapat dikaitkan dengan lekas marah, mood rendah, peningkatan kadar lemak, kurangnya motivasi dan energi, dan kehilangan kekuatan dan massa otot. 

Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang juga bisa mengurangi kadar testosteron pria. Secara keseluruhan, hormon testosteron memiliki peran penting bagi  tubuh kita. Sangat penting untuk menjaga regulator tubuh agar produktivitas testosteron stabil. Mengkonsumsi makanan sehat dan gaya hidup yang sehat sangat berguna untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

back to top