Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Apa itu Testosteron?

Apa itu Testosteron?

Inggris-KoPi- Testosteron adalah hormon yang di asosiasikan mengarah pada laki-laki dan merupakan raja dari sistem reproduksi spesies laki-laki, baik secara fisik maupun mental. Hormon yang bertanggung jawab dalam pendalaman suara, pertumbuhan rambut wajah pada masa pubertas, pengembangan otot, dan kinerja seksual. 

Pada seorang pria, testis adalah produsen utama hormon. Kerajaan Testosteron ini tidak terbatas untuk laki-laki, sebaliknya ovarium dan kelenjar adrenal perempuan memproduksi jumlah testosteron relatif sedikit. Produksi testosteron yang rendah dapat mempengaruhi libido dari kedua jenis kelamin, tetapi jauh lebih umum untuk laki-laki. Perubahan suasana hati, kehilangan otot, dan kelelahan hanyalah beberapa efek tanda testosteron pria rendah. 

Kadar testosteron umumnya cenderung alami mulai berkurang ketika seorang pria mencapai usia 30 atau 40 tahun dan penurunan hormon terjadi sekitar dua persen setiap tahunnya. Faktor usia mungkin menjadi alasan utama berkurangnya hormon testosteron, tetapi bukan berarti  hanya kelompok usia tua saja yang mengalami peristiwa tersebut. Fakta membuktikan beberapa anak laki-laki di awal usia dua puluhan sudah ada yang mulai kehilangan hormon testosteron. 

Ada berbagai gejala yang bisa menjadi acuan produktivitas testosteron berkurang. Kaum pria umumnya menduga masalah ereksi dan kurangnya gairah seks adalah gejala testosterone rendah. Itu benar, tetapi tidak hanya itu saja, gejala lainnya dapat dikaitkan dengan lekas marah, mood rendah, peningkatan kadar lemak, kurangnya motivasi dan energi, dan kehilangan kekuatan dan massa otot. 

Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang juga bisa mengurangi kadar testosteron pria. Secara keseluruhan, hormon testosteron memiliki peran penting bagi  tubuh kita. Sangat penting untuk menjaga regulator tubuh agar produktivitas testosteron stabil. Mengkonsumsi makanan sehat dan gaya hidup yang sehat sangat berguna untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Irfan Ridlowi

Sumber: huffingtonpost.co.uk

 

back to top