Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN

Antisipasi kebocoran dan perjokian pada SBMPTN
Surabaya - KoPi | 9 juni mendatang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan berlangsung. Danang Tandyonomanu selaku kordinator pelaksanaan ujian SBMPTN menjalaskan dua persoalan yang akan membayangi pelaksanaan ujian. Yakni masalah kebocoran dan perjokian.

“Kalau soal kebocoran kita sudah antisipasi dari pembuatan naskah soal hingga percetakan. POS-nya sangat rapi dan aman, sehingga sulit terjadi kebocoran” ujar Danang kemarin (30/5).

Sejak dulu hingga sekarang tidak ada satupun panitia lokal yang mengetahui siapakah pembuat dan percetakan naskah soal. Pembuatan soal diletakan pada suatu tempat. Ketika proses pembuatan, pembuat naskah dilarang membawa handphone maupun laptop. Setelah itu, tim naskah soal yang mengacak naskah dan membuat standarisasi soal. Sehingga pembuat naskah tidak akan tahu soal mana yang nantinya akan dipakai dalam SBMPTN.

Danang memaparkan antisipasi kebocoran baik naskah soal maupun kunci jawaban. Pihaknya memberi jarak 80 cm antar tempat duduk di masing-masing kelas saat ujian. Antisipasi lainnya adalah melarang peserta yang terlambat 30 menit untuk ikut ujian.

Hal tersebut dikarenakan menganggu suasana pelaksanaan ujian dan juga antisipasi masalah perjokian. “bisa saja dalam waktu 30 menit para joki mengerjakan soal di luar. Lalu peserta masuk dengan bawa kunci jawaban” ujarnya.

Danang masih yakin adanya bentuk kecurangan dengan menggunakan teknologi. Seperti kacamata, pin, handphone dan lain sebagainya. “ada beberapa tempat yang nantinya pakai deteksi. Tapi kita tidak pungkiri teknologi ini terus berkembang dan memunculkan ide baru bagi para joki” tutur Danang.

Nantinya setiap 20 peserta akan diawasi oleh satu kepala ruang dan pengawas. “Kita akan bekali ketua ruang dan pengawas untuk benar-benar mengawasi pelaksanaan saat ujian. Kalau ada yang mencurigakan, langsung datangi kalau perlu bawa ke ruang sekertariat” jelasnya. | Labibah

back to top