Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Antisipasi harga, Dinas imbau pedagang perbanyak produsen cabe

Antisipasi harga, Dinas imbau pedagang perbanyak produsen cabe

Jogjakarta-KoPi | Berdasarkan pantuan dari 31 pasar tradisional di kota Jogjakarta harga cabe mengalami sedikit kenaikan. Diakui oleh pengelola Dinas Pasar Beringharjo, Rudi Firdaus harga cabe termasuk yang paling labil dari bahan pokok lainnya.

Pihaknya rutin memantau harga-harga termasuk cabe dua kali sehari. Meski kenaikan tidak terlalu signifikan, namun Rudi menyayangkan kenaikan kali ini. Menurut Rudi naiknya harga cabe semakin memperburuk daya beli masyarakat setelah kenaikan barang pokok yang sudah terjadi.

“Kita cenderung prihatin dengan harga saat ini. Dari pengelola dinas kota hanya bisa menyajikan harga-harga hasil pemantauan tidak bisa mengendalikan harga,” tutur Rudi saat ditemui di kantor Pasar Beringharjo.

Rudi mengakui keterbatasan dari pihak dinas pasar, hingga dia menyarankan pedagang untuk lebih aktif menjalin kerjasama dengan banyak petai cabe. Upaya untuk membuat harga lebih kompetitif.


Selain itu dengan dengan memperbanyak produsen cabe upaya untuk mengantisipasi kelangkaan cabe. Pasalnya prediksi kekeringan akan panjang hingga Desembenr nanti.

Sementara kenaikan harga cabe berkisar antara Rp 5000. Kenaikan harga tertinggi pada cabe merah keriting yang mencapai angka Rp 50.000-Rp 55.000/ kg.

“Harga cabe rawit merah per kilo Rp 50.000, kalau Cabe merah keriting Rp 30.000, cabe merah kopong Rp 30.000,” tutur pedagang cabe pasar Beringharjo Warti (53).

Namun dengan ketidakstabilan harga cabe tidak mengkhawatirkan para pedagang. Menurut salah satu pedagang, Naning (60) kenaikan harga masih terbilang normal.

“Harganya ga merepotkan penjual, termasuk normal. Persediaan cukup aja. Ya Stabil harganya,” tutur Naning. |Winda Efanur FS|

back to top