Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Jogjakarta-KoPi| Badan Penanggulangan bencana daerah DIY segera memperbaiki tanggul atau talut di Blunyah Gede, Mlati, Sleman yang ambrol karena hujan deras Rabu lalu. rusaknya infrastruktur seperti talut karena kondisinya yang telah lapuk dimakan usia.

Menurut kepala BPBD DIY, Agus Winarto mengatakan tengah berkoordinasi lanjutan dengan SKPD terkait. Seperti perbaikan infrastruktur dan penanggulangan lainnya bersama Dinas PU, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait. Bahkan dinas kesehatan juga turun tangan dengan memeriksa kesehatan warga bila terserang penyakit kulit akibat air banjir.

“Kami berserta terkait SKPD tengah bersiaga mengantisipasi banjir hingga tiga hari ke depan kewaspadaan lebih kepada masyarakat. Bahkan kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemkot berbicara masalah penanganan dan anggaran terkait hal ini. Untuk logistik juga sudah kami berikan”, papar Agus.

Namun dalam banjir ini Agus menyanyangkan sikap masyarakat yang kurang waspada dengan bencana. Pasalnya masyarakat mengabaikan peringatan dari Early Warning System (EWS).

“ Masyarakat harusnya memahami tanda tanda adanya EWS. Kalau sudah bunyi jangan malah nonton”, kritik Agus.

Kini beberapa warga yang sempat mengungsi ke tempat lebih aman sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya air yang merendam rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. |Winda Efanur FS|

back to top