Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Antisipasi banjir buruk, warga malah nonton 'EWS' tanda bahaya

Jogjakarta-KoPi| Badan Penanggulangan bencana daerah DIY segera memperbaiki tanggul atau talut di Blunyah Gede, Mlati, Sleman yang ambrol karena hujan deras Rabu lalu. rusaknya infrastruktur seperti talut karena kondisinya yang telah lapuk dimakan usia.

Menurut kepala BPBD DIY, Agus Winarto mengatakan tengah berkoordinasi lanjutan dengan SKPD terkait. Seperti perbaikan infrastruktur dan penanggulangan lainnya bersama Dinas PU, Dinas Kesehatan, dan dinas terkait. Bahkan dinas kesehatan juga turun tangan dengan memeriksa kesehatan warga bila terserang penyakit kulit akibat air banjir.

“Kami berserta terkait SKPD tengah bersiaga mengantisipasi banjir hingga tiga hari ke depan kewaspadaan lebih kepada masyarakat. Bahkan kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemkot berbicara masalah penanganan dan anggaran terkait hal ini. Untuk logistik juga sudah kami berikan”, papar Agus.

Namun dalam banjir ini Agus menyanyangkan sikap masyarakat yang kurang waspada dengan bencana. Pasalnya masyarakat mengabaikan peringatan dari Early Warning System (EWS).

“ Masyarakat harusnya memahami tanda tanda adanya EWS. Kalau sudah bunyi jangan malah nonton”, kritik Agus.

Kini beberapa warga yang sempat mengungsi ke tempat lebih aman sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebelumnya air yang merendam rumah warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. |Winda Efanur FS|

back to top