Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Anies Baswedan : Membangun Sastra Dunia Pendidikan

Anies Baswedan : Membangun Sastra Dunia Pendidikan

Jakarta-KoPi- Menbuddikdasmen Anis Baswedan dalam Twitter pribadinya, 9 November berpesan agar sastra menjadi hal yang diperhitungkan dalam pendidikan di Indonesia.

Alasannya sastra yang ada pada Pendidikan di Indonesia saat ini masih minim ditemukan.
"Kita ini kurang sekali menaruh perhatian pada sastra, dan jumlah bacaan sastra anak SMP dan SMA masih sangat minim dibandingkan seharusnya", tweet lanjutan.

Karena saat ini, pendidikan sastra seolah disepelekan sehingga tidak banyak SMA yang memiliki jurusan sastra.
Tentunya peran guru dan orang tua juga sangat menentukan dalam pengembangan bakat sastra anak-anak.
Guru haruslah mampu memberi contoh yang baik dalam mengembangkan sastra. Dan orang tua tak perlu cemas dengan masa depan anak.

Karena bukan berarti bila anak mereka pandai sastra kemudian hanya akan menjadi penulis saja.
Begitulah ujar Anis Baswedan di Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang diikuti 165 siswa dari seluruh Indonesia, yang di tweet pada tweetir Anis Baswedan.


Reporter : Joko Raharjo

back to top