Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Angka kumulatif kasus HIV/AIDS meningkat

Angka kumulatif kasus HIV/AIDS meningkat

Yogyakarta-KoPi, Sampai tahun 2013 kasus HIV/AID di Daerah Istemewa Yogyakarta terdapat 2441 kasus, dan di Kota Yogyakarta dari 5 kabupaten menjadi yang tertinggi berdasarkan data yang dirilis sampai desember 2013.

“Kumulatif sampai bulan Desember 2013 terdapat sebanyak 677 kasus dengan rincian, HIV 458 orang dan AIDS 219 orang. Jadi ini tertinggi dari 5 kabupaten yang ada di DIY,” Pengelola Program KPA Kota Yogyakarta Ghanis menggambarkan perkembangan kasus HIV/AIDS saat jumpa pers terkait Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN).

“Dari 677 kasus tersebut 64% berjenis kelamin laki-laki, 38% pada usia 20-29 tahun dan 46% berasal dari faktor resiko heteroseksual (hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan),” Ghanis menjelaskan grafik kumulatif HIV/AIDS.

Menurut Ghanis saat ini, kasus HIV/AIDS juga menyerang ibu rumah tangga dan balita yang kemungkinan tertular akibat suaminya. Namun,ia menggaris bawahi hal tersebut menjadi meningkat angkanya bukan akibat perubahan trend, tapi karena semakin banyaknya sosialisasi kepada masyarakat untuk tes VCT (Tes HIV).

Tes VCT tersebut sifatnya rahasia dan di beberapa tempat di Yogyakarta sudah ada layanannya.


Reporter: Fahrurrazi

back to top