Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Angka hamil muda: 1.700 per minggu

Angka hamil muda: 1.700 per minggu

Washinton-KoPi, Angka kelahiran wanita muda berusia 15 sampai 17 tahun telah menurun selama 20 tahun terakhir, tapi masih mencapai seperempatnya saja, atau hampir 1.700 kelahiran per minggu, menurut sebuah laporan yang dirilis pada haris Selasa (8/4/2014) oleh U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Ibu muda menjadi "perhatian khusus" karena mereka belum bisa diakui sebagai orang dewasa dan berada pada risiko terbesar dalam sisi medis, sosial, dan ekonomi, kata laporan yang diterbitkan dalam jurnal CDC Morbidity and Mortality Weekly Report.


"Meskipun kami telah membuat kemajuan signifikan dalam mengurangi kehamilan remaja, tapi remaja yang hamil sangat banyak," kata Direktur CDC ,Tom Frieden dalam sebuah pernyataan.


Laporan tersebut berdasarkan data kelahiran dari National Vital Statistics System dan National Survey of Family Growth.


Orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam perilaku seksual putrinya, bagaimanapun, hampir seperempat dari wanita dalam kelompok usia ini tidak pernah berbicara dengan orang tuanya mengenai aktivitas seksual mereka, katanya.


Selain itu, di kalangan remaja yang sudah berhubungan seksual, lebih dari 80 persen mereka tidak menerima pendidikan seks secara formal sebelum mereka berhubungan seks untuk pertama kalinya dan lebih dari 90 persen remaja menggunakan beberapa bentuk kontrasepsi tetapi metodenya tidak efektif.


CDC mengatakan seorang ibu mempengaruhi masa depan anaknya apakah setelah selesai SMA, pergi ke perguruan tinggi, kemudian mau kerja apa, bisa menjadi cara untuk mencegah hamil muda.


(Fahrurrazi)
Sumber: Xinhuanet

back to top