Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Anggota Polres Kulon Progo Tertangkap gunakan narkoba

narkoba

Sleman-KoPi|Jajaran Direktorat Reserse Narkoba(Ditresnarkoba)Polda DIY berhasil membekuk oknum polisi pengguna narkoba. Anggota Polri atas nama DT ini diduga telah menyalahgunakan narkotika jenis sabu.

Kabid humas Polda DIY AKBP, Yulianto menjelaskan DT ini adalah salah satu anggota polisi berpangkat Brigadir di Polres Kulon Progo. DT tertangkap setelah melalui proses penyelidikan yang dilakukan oleh Dit reserse narkoba Polda DIY pada Rabu 3 Januari 2018. Di tangan pelaku, polisi menemukan DT membawa narkoba jenis sabu seberat 0,66 gram dan barang bukti lainnya

"Pengungkapan perkara narkoba dilakukan oleh direktorat Narkoba pada Rabu minggu lalu jam 8 malam,ditangan pelaku Ditresnarkoba juga menemukan adanya bukti transfer ke rekening atas nama Exnacius,"ujar Yulianto saat Pers Release di depan kantor Ditresnarkoba Polda DIY, Senin (8/1).
Setelah dilakukan pemeriksaan urine oleh biddokkes polda diy beberapa waktu lalu , DT dinyatakan positif (+)telah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

Direktur Ditresnarkoba, Kombespol Wisnu Widarto SIK, memaparkan si pelaku sudah dua kali tercekal kasus penyalahgunaan narkoba. Sebelumnya pelaku pernah menggunakan narkotika jenis lainnya bernama Amfetamin di tahun 2011. Saat itu pelaku menerima hukuman teguran dan penempatan khusus.

Sementara kronologi kejadian, Kombespol Wisnu pihaknya sebelumnya sudah melakukan pelacakan dan penindakan DT sejak bulan Oktober 2017, dari penindakan pertama itu,Dit reserse narkoba Polda DIY sudah mengantongi nama DT sebagai terduga pengguna sabu.

"Saat penyelidikan pengguna pertama pada bulan Oktober kemarin , salah satu pengguna yang mungkin teman DT ini ,menyebutkan salah satu nama oknum polisi yang juga punya kaitan pada penyalah gunaan. Setelah diselediki ternyata oknum itu adalah DT ini,"paparnya.

Pagi hari pada Rabu 3 Januari 2018 pihaknya mendapat informasi akan ada transaksi narkoba di Pendowoharjo Bantul yang melibatkan nama DT. Benar saja,pada Rabu malam dihari yang sama , ditresnarkoba mendapati DT di Tempat kejadian perkara dan saat DT digeledah ditemukan barang bukti narkoba ditangan pelaku.

Sementara itu Kepala bidang ,Profesi dan pengamanan (Kabid Propam) Polda DIY, AKBP. F.X Endriadi, menuturkan terduga ini DT masih berstatus sebagai anggota Polri dan menunggu sidang putusan Polri yang berupa pemberhentian tidak terhormat. Namun demikian, DT ini dikenai sanksi tersebut bukan karena penggunaan narkoba tapi karena pelanggaran disiplin lainnya

"Sebelum kasus ini ,yang bersangkutan pernah tidak melaksanakan tugas dinas secara tidak sah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut tanpa seijin pimpinan pada awal tahun lalu,bersama pelanggaran-pelanggaran lainnya, Polda DIY memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tidak terhormat pada Desember tahun lalu, " tuturnya

Belum jelas sebab dan alasan pelaku memakai narkoba ,namun demikian Kepolisian saat ini masih menahan DT di Ditresnarkoba Polda DIY guna kepentingan penyidikan lanjutan.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top