Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Anggota DPR RI sosialisasi PIP di Jogja

Anggota DPR RI sosialisasi PIP di Jogja

Jogjakarta-KoPi| “Program Indonesia Pintar dapat membantu beban masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya, dan kebutuhan siswa dapat terpenuhi jua seperti kebutuhan untuk membeli buku, seragam, sepatu dan kebutuhan lainnya,” ujar Yankurnia Staf ahli DPR RI dalam acara Sosialisasi Program Indonesia Pintar di gedung Pandawa Balaikota Yogyakarta (23/12).

Yankurnia menambahkan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program untuk membantu siswa yang tidak mampu, miskin dan rentan miskin agar bisa sekolah. Implementasikan program PIP ke depan mampu menjadi revolusi pendidikan di Indonesia.

Pencairan bantuan PIP melalui pengajuan data pokok pendidikan dari pihak sekolah ke pemerintah. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Dinas Pendidikan akan diteruskan ke kementrian pusat. Data ini berisi nama orang tua, nama murid, besar penghasil orang tua, dan alamat tempat tinggal.

Setelah terdaftar dalam PIP orang tua murid mengisi surat pengantar untuk mencairkan ke bank, pengantar itu seperti pengisian biodata orang tua dan siswa serta fotocopy raport.

“Kami selalu mengingatkan pada pemerintah daerah dan meneliti secara detail, agar data yang didapat bener–benar valid, oleh karena itu di minta kerjasama dari pihak sekolah untuk mengklarifikasi kembali sebelum data diajukan ke pusat, karena pihak sekolah berperan penting agar murid-muridnya yang kurang mampu mendapatkan bantuan PIP dari pemerintah,” tambah Yankurnia.

Perbedaan PIP dengan BOS

Program Indonesia Pintar (PIP) berbeda dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana BOS ditujukan untuk ke sekolah dan PIP sendiri diberikan pada siswa-siswa perindividu.

Bantuan Dapodik ini tidak hanya ditujukan untuk per siswa saja, tapi seluruh sekolah diantaranya menyangkut siswa, guru dan semuanya. Pemerintah berharap tidak melihat/mendengar anak-anak putus sekolah, tidak boleh ada alasan lagi tidak sekolah karna mahal, dan menginginkan semua rakyat lebih makmur, karna bangsa yang kuat itu kalau masyarakatnya pintar.

‘Mari bersama-sama cerdaskan anak bangsa, tidak boleh terdapat anak-anak yang wajib belajar tapi tidak sekolah, dan tidak boleh ada sekolah yang menolak anak dari masyarakat miskin jika ingin bersekolah. Hal ini merupakan salah satu program revolusi mental untuk kemajuan Indonesia,” pungkas Yankurnia.

|Cucuk Armanto| Winda Efanur FS|

back to top