Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Anggota DPR RI sosialisasi PIP di Jogja

Anggota DPR RI sosialisasi PIP di Jogja

Jogjakarta-KoPi| “Program Indonesia Pintar dapat membantu beban masyarakat dalam menyekolahkan anak-anaknya, dan kebutuhan siswa dapat terpenuhi jua seperti kebutuhan untuk membeli buku, seragam, sepatu dan kebutuhan lainnya,” ujar Yankurnia Staf ahli DPR RI dalam acara Sosialisasi Program Indonesia Pintar di gedung Pandawa Balaikota Yogyakarta (23/12).

Yankurnia menambahkan Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program untuk membantu siswa yang tidak mampu, miskin dan rentan miskin agar bisa sekolah. Implementasikan program PIP ke depan mampu menjadi revolusi pendidikan di Indonesia.

Pencairan bantuan PIP melalui pengajuan data pokok pendidikan dari pihak sekolah ke pemerintah. Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Dinas Pendidikan akan diteruskan ke kementrian pusat. Data ini berisi nama orang tua, nama murid, besar penghasil orang tua, dan alamat tempat tinggal.

Setelah terdaftar dalam PIP orang tua murid mengisi surat pengantar untuk mencairkan ke bank, pengantar itu seperti pengisian biodata orang tua dan siswa serta fotocopy raport.

“Kami selalu mengingatkan pada pemerintah daerah dan meneliti secara detail, agar data yang didapat bener–benar valid, oleh karena itu di minta kerjasama dari pihak sekolah untuk mengklarifikasi kembali sebelum data diajukan ke pusat, karena pihak sekolah berperan penting agar murid-muridnya yang kurang mampu mendapatkan bantuan PIP dari pemerintah,” tambah Yankurnia.

Perbedaan PIP dengan BOS

Program Indonesia Pintar (PIP) berbeda dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana BOS ditujukan untuk ke sekolah dan PIP sendiri diberikan pada siswa-siswa perindividu.

Bantuan Dapodik ini tidak hanya ditujukan untuk per siswa saja, tapi seluruh sekolah diantaranya menyangkut siswa, guru dan semuanya. Pemerintah berharap tidak melihat/mendengar anak-anak putus sekolah, tidak boleh ada alasan lagi tidak sekolah karna mahal, dan menginginkan semua rakyat lebih makmur, karna bangsa yang kuat itu kalau masyarakatnya pintar.

‘Mari bersama-sama cerdaskan anak bangsa, tidak boleh terdapat anak-anak yang wajib belajar tapi tidak sekolah, dan tidak boleh ada sekolah yang menolak anak dari masyarakat miskin jika ingin bersekolah. Hal ini merupakan salah satu program revolusi mental untuk kemajuan Indonesia,” pungkas Yankurnia.

|Cucuk Armanto| Winda Efanur FS|

back to top