Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Anggaran 2014: Dana pensiun untuk beli Lamborghini

Inggris-KoPi, Inti dari “Anggaran untuk penabung” yang dikemukakan oleh George Osborne berada pada tahap peninjauan, seiring dengan munculnya peringatan bahwa liberalisasi pensiun Chancellor dinilai membahayakan pendapatan beberapa orang pensiunan dan semakin memicu inflasi pasar.

Institute for Fiscal Studies (IFS) menyatakan bahwa ada beberapa “ketidakpastian” mengenai akibat dari keputusan Chancellor untuk menghapuskan persyaratan bagi para penerima pensiun untuk menggunakan akumulasi tabungan pensiun sebagai tunjangan hidup, tahun depan.

 
Peningkatan pembatasan ini disambut oleh “kelompok penggalak menabung” yang marah dengan rendahnya pemberian tunjangan hidup yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi sejak terjadinya krisis keuangan—dan bahkan salah satu menteri menyarankan bahwa para penerima pensiun harus dibebaskan dalam menggunakan dana pensiun mereka untuk membeli Lamborghini.


Steve Webb, menteri pensiun Liberal Demokrat, menyatakan bahwa penerima pensiun bebas menggunakan dana pensiun mereka selagi mereka tetap bisa bertanggungjawab atas dana pensiun tersebut.


Akan tetapi, direktur Strategic Society Centre, James Lloyd mendeskripsikan liberalisasi sebagai “kebijakan malapeteka”.  Karena dengan adanya kebijakan ini para penerima pensiun akan cenderung membiarkan tabungan mereka dalam bentuk tunai, yang lainnya akan menghamburkan uang mereka dan sebagian yang lain akan membelanjakan uang mereka untuk membeli properti yang mendorong naiknya harga rumah.


Paul Johnson, pimpinan IFS, menyatakan bahwa gerakan Osborne dapat diartikan bahwa hanya orang-orang yang berkecimpung dalam pasar tunjangan hiduplah yang akan mendapatkan harapan hidup tersebut—dan bahwa sebagai hasilnya, perusahaan asuransi akan menaikkan harga produk mereka, yang hal ini akan mengarah pada merendahnya tingkat pendapatan pembeli.


Pihak IFS jiga memperingatkan bahwa dengan mengizinkan para penerima pensiun untuk menyimpan dana mereka dalam bentuk tunai akan mengakibatkan lebih banyak orang yang gagal mengatur keuangannya.

 

 
(Ana Puspita Sari)
Sumber: The Independent

back to top