Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Aneh, ada 'manusia kucing' di Norwegia

Aneh, ada 'manusia kucing' di Norwegia

KoPi| Ada ekspresi yang sangat dalam untuk menunjukan penalaran ini : "Jika menjadi seekor bebek, berenanglah seperti bebek, dan berkuak-kuaklah seperti bebek, maka mungkin adalah bebek."

Perumpaan itulah yang coba dijelaskan oleh Nano, si gadis kucing. Meskipun Nano tampak seperti manusia, berjalan seperti manusia, dan mendengar seperti manusia, dia mengaku bukan manusia. Namun seekor kucing.

Bahkan Youtube NRK P3 Verdens Rikeste Land telah mengabadikan pernyataannya tersebut ketika gadis kelahiran Oslo ini berusia 20 tahun. Masyarakat dunia telah menonton lebih dari 120.000 kali.

Nano mengatakan dirinya sebagai kucing tradisional. Dia membenci air dan dapat berkomunikasi hanya dengan mengeong. Gadis kucing ini juga memakai bando mengidentikkan dengan sepasang telinga kucing.
Selain itu, dia juga memakai ekor buatan dan kadang-kadang berjalan dengan tangan dan kakinya.

"Saya menyadari bahwa saya adalah kucing ketika saya masih 16 tahun dan dokter serta psikolog menemukan "hal aneh" dengan saya. Di bawah kelahiran saya ada cacat genetik,"katanya.

Nano mengatakan dia super sensitif seperti pendengaran kucing. Memungkinkan dia untuk mendengar hal-hal yang tidak didengar manusia tidak bisa. Jika dia bertemu anjing di jalanan, dia secara otomatis bereaksi dengan mendesis. "Saya pikir saya akan menjadi kucing sepanjang hidup saya," katanya. |metro.uk.com|Winda Efanur FS|

back to top