Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Aneh, ada 'manusia kucing' di Norwegia

Aneh, ada 'manusia kucing' di Norwegia

KoPi| Ada ekspresi yang sangat dalam untuk menunjukan penalaran ini : "Jika menjadi seekor bebek, berenanglah seperti bebek, dan berkuak-kuaklah seperti bebek, maka mungkin adalah bebek."

Perumpaan itulah yang coba dijelaskan oleh Nano, si gadis kucing. Meskipun Nano tampak seperti manusia, berjalan seperti manusia, dan mendengar seperti manusia, dia mengaku bukan manusia. Namun seekor kucing.

Bahkan Youtube NRK P3 Verdens Rikeste Land telah mengabadikan pernyataannya tersebut ketika gadis kelahiran Oslo ini berusia 20 tahun. Masyarakat dunia telah menonton lebih dari 120.000 kali.

Nano mengatakan dirinya sebagai kucing tradisional. Dia membenci air dan dapat berkomunikasi hanya dengan mengeong. Gadis kucing ini juga memakai bando mengidentikkan dengan sepasang telinga kucing.
Selain itu, dia juga memakai ekor buatan dan kadang-kadang berjalan dengan tangan dan kakinya.

"Saya menyadari bahwa saya adalah kucing ketika saya masih 16 tahun dan dokter serta psikolog menemukan "hal aneh" dengan saya. Di bawah kelahiran saya ada cacat genetik,"katanya.

Nano mengatakan dia super sensitif seperti pendengaran kucing. Memungkinkan dia untuk mendengar hal-hal yang tidak didengar manusia tidak bisa. Jika dia bertemu anjing di jalanan, dia secara otomatis bereaksi dengan mendesis. "Saya pikir saya akan menjadi kucing sepanjang hidup saya," katanya. |metro.uk.com|Winda Efanur FS|

back to top